Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Profil Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis Pada Pasien Rawat Jalan Dengan Multi Drug Resistant (Mdr) Di Rsup Dr Hasan Sadikin Bandung


Prevalensi Tuberkulosis Multi Drug Resistant (TB MDR) pada tahun 2012 menurut World Health O rganization (WHO) menempatkan Indonesia pada peringkat ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021151000031Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    3104
    Penerbit Fak. Farmasi Unpad : Sumedang.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    3104
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Prevalensi Tuberkulosis Multi Drug Resistant (TB MDR) pada tahun 2012 menurut World Health O rganization (WHO) menempatkan Indonesia pada peringkat 9 dari 27 negara dengan beban TB MDR terbanyak di dunia. Hal ini menunjukkan bahwa diperlukan suatu strategi penatalaksanaan TB MDR yang tepat agar tidak meningkatkan kejadian resistensi anti tuberkulosis. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pola penggunaan obat antituberkulosis pada pasien dengan multi drug resistant. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pengambilan data secara retrospektif. Data yang diambil berasal dari 209 pasien rawat jalan. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data penggunaan obat anti tuberkulosis yang diperoleh diolah dengan metode Anatomical Therapeutic Chemical /Defined Daily Dose (ATC/DDD) dan Drug Utilization 90 % (DU 90%). Hasil penelitian menunjukkan total penggunaan obat antituberkulosis di RSUP. Dr. Hasan Sadikin Bandung pada tahun 2013 sebanyak 4154,03 DDD/1000 kunjungan pasien rawat jalan dan pada tahun 2014 sebanyak 4995,48 DDD/1000 kunjungan pasien rawat jalan. Dari 7 obat antituberkulosis yang digunakan pada tahun 2013 terdapat 5 obat yang masuk kedalam segmen DU 90% yaitu levofloksasin, pirazinamid, etionamid, sikloserin, dan etambutol. Obat antituberkulosis tersebut memiliki resiko terjadinya resistensi. Pada tahun 2014, terjadi perubahan obat yang masuk segmen DU 90% dimana etambutol digantikan oleh kanamisin.


    Kata kunci : Multi Drug Resistant, obat antituberkulosis, resistensi, ATC/DDD, DU90%
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi