<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="11879">
 <titleInfo>
  <title>Model Harmonisasi Hukum Penataan Ruang Kawasan Pesisir Dalam Pembangunan Berkelanjutan Di Jawa Barat</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Amiruddin Ahmad Dajaan Imami</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Doktor Ilmu Hukum UNPAD</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>x, 448 hlm. Ilus ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Disertasi ini, mempermasalahkan : Bagaimanakah kendala harmonisasi hukum dalam proses pembentukan peraturan perundang¬undangan; dan Bagaimanakah kendala harmonisasi hukum dalam proses penerapan peraturan perundang-undangan bidang penataan ruang di kawasan pesisir; serta Bagaimanakah model harmonisasi hukum penataan ruang kawasan pesisir yang dapat menjamin terwujudnya pembangunan berkelanjutan ?&#13;
Dengan pendekatan deskriptif, yaitu dari : segi pengkajian secara interdisipliner maupun multidisipliner, dan dari segi pengelolaannya secara lintas sektoral, lintas wilayah dan lintas pemangku kepentingan (terpadu), kemudian menganalisisnya secara sistemik, dan mengkajinya secara yuridis normative.&#13;
Diperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1) Kendala harmonisasi hukum dalam proses pembentukan perundang-undangan penataan ruang kawasan pesisir adalah kewenangan Kementerian Hukum dan HAM hanya untuk mengkoordinasikan proses pengharmonisasian, 2) Kendala harmonisasi hukum dalam penerapan peraturan perundang-undangan penataan ruang kawasan pesisir, yaitu Rendahnya kualitas Undang¬undang tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional beserta turunannya, serta tidak adanya sanksi yang dapat dijatuhkan bagi mereka yang melanggar Rencana-rencana tersebut; 3) Model Harmonisasi hukum, dalam sistem Hukum Lingkungan dan Penataan Ruang harus berdasarkan unsur-unsur teologis, ekologis, serta yuridis.&#13;
Kata Kunci : Harmonisasi, sistemik, ekologis.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Amiruddin Ahmad Dajaan Imami</note>
 <subject authority="">
  <topic>Ilmu hukum, Model harmonisasi hukum</topic>
 </subject>
 <classification>341 ima m</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>341 ima m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001120100269</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat</sublocation>
    <shelfLocator>R.11.18</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>AMIRUDIN_AHMAD_DAJAAN_IMAMI0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>11879</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:44:36</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-05-31 08:54:04</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>