Detail Cantuman

Image of Penerapan model multilevel logistik untuk data status setengah penganggur di provinsi Nusa Tenggara Barat

 

Penerapan model multilevel logistik untuk data status setengah penganggur di provinsi Nusa Tenggara Barat


Selama ini, pengangguran cenderung dilihat dari pengangguran terbuka dan
kurang melihat setengah penganggur (underemployment). Pada suatu ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120700039519.5 WIJ PPerpustakaan Pusat (REF.14.107)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    519.5 WIJ P/R.14.107
    Penerbit Magister Statistika Terapan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xii, 88 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    519.5
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Selama ini, pengangguran cenderung dilihat dari pengangguran terbuka dan
    kurang melihat setengah penganggur (underemployment). Pada suatu waktu
    tertentu, ada kemungkinan lebih banyak orang yang setengah penganggur
    daripada pengangguran terbuka. Setengah penganggur adalah mereka yang
    bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). Di Indonesia,
    pengumpulan data ketenagakerjaan (setengah penganggur) dilakukan melalui
    Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas). Sakernas adalah suatu survei dengan
    desain sampling bertahap (multistage sampling), yang akan menghasilkan data
    (sampel) dengan struktur hirarkis.

    Sampel-sampel tersebut, walaupun efisien untuk penaksiran jumlah-jumlah
    untuk deskripsi populasi, namun memunculkan banyak tantangan untuk inferensi
    berbasis model yang berhubungan dengan statistik. Dalam hal ini, penggunaan
    model statistik satu level tidak lagi beralasan dan valid. Pendekatan yang sesuai
    untuk menganalisis data hasil survei seperti ini adalah menggunakan pendekatan
    multi/eve/. Model multi/eve I yang digunakan adalah model multi/evel logistik.
    Metode penaksiran yang digunakan adalah pendekatan likelihood dengan Laplace
    approximation dan pendekatan Bayesian dengan MCMC.

    Hasil yang diperoleh yaitu, pada a=5% prediktor umur responden (UMUR) ,
    status kawin (STA TP), pendidikan tertinggi yang ditamatkan (PENDDK),
    lapangan pekerjaan utama (LAPPU), status dalam pekerjaan utama (STA TPU)
    dan klasifikasi daerah tempat tinggal (KLASDT) merupakan prediktor-prediktor
    yang masuk ke dalam model. Sedangkan untuk interaksi, pada penaksiran dengan
    Laplace approximation penambahan interaksi antara lapangan pekerjaan utama
    (LAPPU) dengan klasifikasi daerah tempat tinggal (KLASDT), signifikan pada
    a=5%, sedangkan pada penaksiran dengan Bayesian penambahan interaksi barn
    signifikan pada a=lO%. Untuk random effect, hasil penaksiran dengan
    menggunakan metode Bayesian selalu menghasilkan nilai yang lebih besar
    daripada hasil dengan Laplace approximation.

  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi