Pola Komunikasi Anak Di Sekolah Inklusif (Studi Etnografi Komunikasi di SD Muhammadiyah 7 Bandung)
ABSTRAK
Ike Junita Triwardhani: 210130080001; Pola Komunikasi Anak di Sekolah Inklusif (Studi Etnografi Komunikasi Anak di SD Muhammadiyah 7 ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001110100210 302.2 Tri p/R21.21 Perpustakaan Pusat (REF.21.21) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 302.2 Tri p/R21.21Penerbit Program Pasca Sarjana : Bandung., 2011 Deskripsi Fisik xiv,;361 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 302.2Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Triwadani,Ike Junita -
ABSTRAK
Ike Junita Triwardhani: 210130080001; Pola Komunikasi Anak di Sekolah Inklusif (Studi Etnografi Komunikasi Anak di SD Muhammadiyah 7 Bandung); program Pascasarjana UNPAD 2011; Promotor: Prof Dr.H.Engkus Kuswarno,MS; Prof.Dr.Hj.Samsunuwijati Mar'at; Dr. Agus Rahmat,Drs.,M.Pd.
Sekolah inklusif diselenggarakan berdasarkan semangat "pendidikan untuk semua" yang dicanangkan Weft UNESCO sejak tahun 1990. Sec= umum sekolah inklusif berarti sekolah yang ramah dan terbuka untuk semua orang beserta keragaman kondisinya, dengan mengakomodasi semua peserta didik tanpa hams terikat dengan pembedaan-pembedaan fisik, mental, intelektual, emosional, dan sosial. Di Indonesia, dalam praktiknya, keberadaan sekolah inklusif ditandai dengan adanya ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) yang terlibat secara penuh dalam proses belajar mengajar. Keberadaan ABK dalarn sekolah inklusif bertujuan membangun interaksi antara ABK dan siswa. lainnya.
Dengan mengambil kasus pada sekolah inklusif SD Muhammadiyah 7 Bandung, penelitian menggunakan pendekatan etnografi komunikasi. Melalui pendekatan ini dapat terpetakan komponen budaya inklusif pada masyarakat tutur yang diteliti, yang diinterpretasikan berdasarkan strategi interaksi dari berbagai peristiwa komunikasi yang diteliti. Penelitian ini mengembangkan empat tujuan, yaitu: (1) tergambarkannya peristiwa komunikasi yang terjadi secara berulang di sekolab inklusif; (2) terpetakannya strategi interaksi melalui pesan verbal dan nonverbal yang digunakan oleh anak; (3) terpetakannya komponen budaya dalam aktivitas komunikasi di sekolab inklusif; dan (4) terumuskannya pola komunikasi pada anak di sekolah inklusif.
Beberapa temuan penting yang dihasilkan dalam penelitian ini, yaitu: (1) keberadaan ABK di sekolah inklusif mendorong terjadinya peristiwa-peristiwa komunikasi yang khas tentang bagaimana masyarakat tutur mengembangkan berbagai cara agar ABK dapat mencapai tujuan belajar; (2) dalam berinteraksi dengan ABK, siswa lain dan guru banyak menggunakan pesan-pesan nonverbal untuk melengkapi penggunaan pesan-pesan verbal dalam mencapai tujuan belajar mengajar; (3) interaksi dengan ABK mendorong masyarakat tutur untuk membangun budaya inklusif, yang terpetakan dalam beberapa komponen budaya yaitu toleran, menghargai keberadaan personal, kesadaran akan perbedaan kemampuan, spontanitas dalam menolong, memberi kesempatan dan kepercayaan, apresiatif, kesadaran akan keragaman kecakapan, disiplin, mengingatkan, bermain, membangun suasana menyenangkan, dan religius; (4) budaya inklusif ini mendorong terciptanya pola komunikasi yang khas pada masyarakat tutur, yaitu ABK lebih mengembangkan komunikasi nonverbal untuk rnendapatkan perhatian dari siswa lain dan guru, siswa mengembangkan pola komunikasi yang membantu penyesuaian ABK terhadap proses belajar mengajar di sekolah regular, dan gum mengembangkan pola komunikasi yang bersifat personal dan khas dengan ABK.
Kata Kunci: Anak Berkebutuhan Khusus, sekolah inklusif, komunikasi anak, etnografi komunikasi
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






