Detail Cantuman

Image of Keberadaan Paguyuban-Paguyuban Etnis Di Daerah Perantauan Dalam Menunjang Pembinaan Persatuan Dan Kesatuan (Kasus Parisada Hindu Dharma Indonesia Di Semarang)

Text  

Keberadaan Paguyuban-Paguyuban Etnis Di Daerah Perantauan Dalam Menunjang Pembinaan Persatuan Dan Kesatuan (Kasus Parisada Hindu Dharma Indonesia Di Semarang)


Fenomena merantau di Indonesia dipengaruhi oleh dua kelompok faktor utama, yakni faktor pendorong dari desa yang meliputi keterbatasan lapangan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FIB004363305.606 598 293 RAH kPerpustakaan Fakultas Ilmu Budaya (Rak 300)Tersedia
    FIB004364305.606 598 293 RAH kPerpustakaan Fakultas Ilmu Budaya (Rak 300)Tersedia
    FIB004365305.606 598 293 RAH kPerpustakaan Fakultas Ilmu Budaya (Rak 300)Tersedia
    FIB004366305.606 598 293 RAH kPerpustakaan Fakultas Ilmu Budaya (Rak 300)Tersedia
    FIB004367305.606 598 293 RAH kPerpustakaan Fakultas Ilmu Budaya (Rak 300)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Budaya
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    305.606 598 293 RAH k
    Penerbit Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI : JAKARTA.,
    Deskripsi Fisik
    vi, 88 hlm; ilus., biblio; 21 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    305.606 598 293
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    1, Cet. 1
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Fenomena merantau di Indonesia dipengaruhi oleh dua kelompok faktor utama, yakni faktor pendorong dari desa yang meliputi keterbatasan lapangan kerja, sempitnya peluang usaha, dan kondisi sosial ekonomi yang kurang mendukung, serta faktor penarik kota besar yang menawarkan kesempatan pendidikan lebih baik, lapangan kerja yang luas, upah lebih tinggi, dan fasilitas hiburan. Kota-kota besar menjadi magnet bagi penduduk desa dan kota kecil karena peranannya dalam perkembangan ekonomi, kebudayaan, dan pendidikan, sehingga menyebabkan peningkatan kepadatan penduduk dan keberagaman etnis di perkotaan. Kondisi ini menimbulkan perubahan pola interaksi sosial yang lebih fungsional dan impersonal, sehingga masyarakat perkotaan cenderung membentuk paguyuban atau perkumpulan etnis sebagai wadah untuk menjaga solidaritas dan identitas budaya di tengah heterogenitas sosial.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi