Detail Cantuman

Image of Kujang, Bedog, dan Topeng dan Esai-esai Lainnya Mengenai Kebudayaan Sunda

Text  

Kujang, Bedog, dan Topeng dan Esai-esai Lainnya Mengenai Kebudayaan Sunda


Tersaji tulisan-tulisan yang pada garis besarnya dapat dikelompokkan ke dalam tiga golongan. Pertama, hasil- hasil penelitian dan survei mengenai ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FIB004182306.459 821 WUL kPerpustakaan Fakultas Ilmu BudayaTersedia
    000598306.459 821 WUL kPerpustakaan Fakultas Ilmu BudayaTersedia
    000600306.459 821 WUL kPerpustakaan Fakultas Ilmu BudayaTersedia
    001084306.459 821 WUL kPerpustakaan Fakultas Ilmu BudayaTersedia
    400070306.459 821 WUL kPerpustakaan Fakultas Ilmu BudayaTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Budaya
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    306.459 821 WUL k
    Penerbit Yayasan Pusat Studi Sunda : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    243 hlm.; tab., ilust., ind., biblio.; 21 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    9789791606615
    Klasifikasi
    306.959 821
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    cet. 1
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Tersaji tulisan-tulisan yang pada garis besarnya dapat dikelompokkan ke dalam tiga golongan. Pertama, hasil- hasil penelitian dan survei mengenai budaya materi Sunda. Dalam golongan ini, disajikan tiga tulisan yang masing-masing membahas kujang, bedog dan topeng. Kedua, tulisan-tulisan yang berkaitan dengan aspek- aspek spiritual dari kehidupan masyarakat Sunda. Dalam golongan ini disajikan sebuah hasil penelitian filosofis mengenai pandangan-pandangan komunitas Sunda yang melekatkan dirinya pada situs Gunung Padang di Bandung, serta-sebagaimana yang telah menjadi salah satu ciri khas Seri Sundalana- sebuah hasil transliterasi, terjemahan dan ringkasan isi teks Sunda Kuna hasil penelitian para filolog, yang kali ini berisi ajaran klasik yang oleh para penelitinya diberi judul Sewaka Darma. Ketiga, tulisan- tulisan yang membahas bahasa Sunda. Salah satu di antaranya merupakan tinjauan ahli linguistik mengenai implikasi sosiologis dari pemakaian kata ganti orang ketiga dalam bahasa Sunda, sedangkan satu tulisan lainnya berisi pandangan dan pengalaman seorang leksikografer yang menyusun kamus Sunda-Inggris dan Inggris-Sunda.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi