Analisis fungsi komunikasi politik pada partai persatuan pembangunan pemilu
Penelitian ini berjudul ANALISIS FUNGSI KOMUNlKASI POLITIK PADA
.PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN DALAM PEMILD. Tujuan penelitian ini
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001110100165 302.2 Ara a/17.62 Perpustakaan Pusat (REF.17.62) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 302.2 Ara a/17.62Penerbit Pascasarjana Program Doktor Ilmu Politik UNPAD : Bandung., 2011 Deskripsi Fisik xix,;420 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 302.2 Ara aTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Aras, Muhammad -
Penelitian ini berjudul ANALISIS FUNGSI KOMUNlKASI POLITIK PADA
.PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN DALAM PEMILD. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui: (1) gambaran , fungsi komunikasi politik yang dilakukan Partai
Persatuan Pembangunan; dan (2) aspek-aspek yang menghambat atau mendukung proses
komunikasi politik yang dilakukan Partai Persatuan Pembangunan. Metode
penelitiannya studi kasus dengan paradigma konstruktivis.
Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah, bahwa PPP melakukan fungsi
komunikasi politiknya belum maksimal karena kurangnya kesadaran pengurus akan
tugas dan fungsinya, bahkan sejumlah anggota atau pengurus partai masih ada yang
belum memahami substansi dari fungsi komunikasi politik dan fungsi partai politik itu
sendiri alih-alih melaksanakannya, yang disebabkan minimnya kemampuan sumber daya
yang dimiliki PPP. Komunikasi politik kepada masyarakat tidak jalan sesuai fungsinya,
sehingga PPP dalam mensosialisasi program kerja dan cita-cita perjuangannya untuk
kepentingan masyarakat menjadi terhambat pula, konsekuensinya adalah berkurangnya
atau menurunnya partisipasi konstituen kepada PPP dalam pemilu.
Faktor yang menghambat proses komunikasi politik PPP meliput: (a) personalitas
pengurus, yaitu kurangnya tokoh ahli yang kredibel dan populer. PPP tidak memiliki
unsur-unsur penting tersebut; (b) strategi komunikasi politik, yaitu eksistensi
kepemimpinan yang dapat dijadikan panutan publik, merawat tokoh, dan membangun
kebersamaan. Di PPP kurang tokoh yang eksis dan tidak menonjol di mata publik yang
dapat menjadi figur politik. Kalaupun ada tokoh itu tidak dirawatnya (lost maintenance)
sehingga tidak dapat memantapkan PPP secara keseluruhan dan berimplikasi pada
melemahnya pencitraan politik yang dibangunnya; (c) pola rekruitmen dan sistem
kaderisasi. Pola rekruitmen anggota pen gurus dan sistem kaderisasi tidak tampak
mengemuka di mata publik karena pengurus yang ada hanya didominasi pengurus lama,
kurang regenerasi apalagi merekrut angkatan muda yang masih energik, potensial dan
memiliki semangat baru untuk kemajuan partai; (d) media massa. PPP masih sangat
jarang menggunakan media massa untuk sosialisasi dikarenakan lemahnya kemampuan
akomodasi dan keterandalan komunikator politik PPP, sehingga dirasakan tidak hidup di
mata konstituen; ( e) finansial partai. Kekuatan finansial menjadi indikator penting dalam
komunikasi politik. PPP diakui sangat lemah dalam hal ini sehingga terbatas dalam
melaksanakan kegiatan politiknya; (f) pergeseran paradigma politik masyarakat
(idealisme ke pragmatisme). Kegiatan interaksi dengan konstituen sarat kepentingan atau
pragmatis. Komunikasi politik PPP terhambat dan dukungan politik masyarakat menjadi
lemah karena nilai-nilai dan paradigma politik masyarakat sudah bergeser dari ideal is
menjadi pragmatis, cenderung transaksional atau mengharapkan imbalan yang konkret
dalam tindakan komunikasi politik terse but.
Aspek-aspek yang mendukung proses' komunikasi politik PPP, sehingga masih
eksis dan bertahan sebagai partai politik, meliputi: (a) ideologi politik. Pada tataran
ideologi masih ada konstituen yang konsisten dan fanatik dengan PPP dalam pemilu. Hal
ini disebabkan oleh adanya warisan nilai-nilai yang diturunkan oleh orang tua dan tokoh
masyarakat (tokoh agama seperti kiyai, sesepuh PPP, dan masyarakat tradisional yang
fanatik).; dan (b) aspek budaya organisasi. Budaya komunikasi dalam organisasi yang
menekankan pada nilai-nilai is lam yang melekat pada PPP. Bahwa masih kuatnya
budaya konstituen yang melekat pada PPP sebagai partai politik yang bemafaskan Islam
dan masih ada konstituen yang berpegang pada nilai-nilai budaya itu.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






