Detail Cantuman

Image of Kontruksi makna dan perilaku komunikasi terpidana kelompok teroris

 

Kontruksi makna dan perilaku komunikasi terpidana kelompok teroris


Konstruksi Makna dan Perilaku Komunikasi
Terpidana Kelompok Teroris

(Studi Kasus Terpidana Aksi Teror Pasca Konflik Poso di ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001110100114302.2 Kha k/R.17.93Perpustakaan Pusat (REF.17.93)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.2 Kha k/R.17.93
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv,;408 hlm,; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.2 Kha k
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Konstruksi Makna dan Perilaku Komunikasi
    Terpidana Kelompok Teroris

    (Studi Kasus Terpidana Aksi Teror Pasca Konflik Poso di Sulawesi Tengah)

    Penelitian dengan judul Konstruksi Makna dan Perilaku Komunikasi
    Terpidana Kelompok Teroris (Studi Kasus Terpidana Aksi Teror Pas ea Konflik
    Poso di Sulawesi Tengah) dimaksudkan untuk memahami dan mendalami makna
    yang dikonstruksi oleh kelompok teroris yaitu spirit ideologi dan bentuk serta
    motif dibalik aksi teror yang selama ini rnereka lakukan. Selain itu, penelitian ini
    juga dimaksudkan untuk dapat mengungkapkan perilaku komunikasi terpidana
    kelompok teroris selama menjalani masa hukuman di dalam Lembaga
    Pemasarakatan (Lapas).

    Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan
    pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini para terpidana teroris yang
    telah melakukan aksi teror pasca konflik Poso yang ditentukan secara purposive
    berdasarkan kriteria dan statusnya yang terdiri dari lima lapisan yaitu
    ketualpimpinan, kader aktif, pendukung aktif, pendukung pasif dan simpatisan.
    Pertanyaan penelitian yang diajukan yaitu 1). Bagaimana spirit ideologis yang
    dikonstruksi kelompok terorisme dalam memotivasi berbagai tindakan teror yang
    selama ini telah dilakukan. 2). Bagaimana bentuk dan motif aksi teror yang
    selama inidilakukan dalam mewujudkan obsesi perjuangan kelompok teroris. 3).
    Bagaimana perilaku komunikasi para terpidana teroris selama menjalani masa
    hukuman di dalam Lapas.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, Makna dibalik spirit
    ideologi yang telah dikonstruksi kelompok teroris terdiri dari empat makna utama
    yaitu qisas, jihad fi sabilillah, syariat Islam dan Khilafah Islamiah. Kedua,
    bentuk-bentuk teror yang terjadi di Poso dan wilayah sekitamya yaitu teror born,
    penembakan, perampokan, mutilasi dan perlawanan bersenjata. Motif dibalik aksi
    teror yaitu menuntut hak keadilan dan penegakan hukum, motif balas dendam,
    penolakan terhadap sistem hukum dan perlawanan bersenjata. Ketiga, perilaku
    komunikasi para terpidana teroris dapat dilihat dari tiga aspek yaitu 1). jejaring
    kelompok terorisme dan keterlibatan kelompok radikal yaitu kelompok Jamaah
    Al-Islamiah, Kompak, NIl, Jundullah dan Wahdah Islamiah. 2). Perilaku
    komunikasi verbal terpidana yang ada di Cirebon dan Makassar cenderung lebih
    formal dan lebih terbatas sedangkan terpidana di Lapas Ampana dan Petobo
    kecenderungan perilaku komunikasi lebih dinamis, ekspresif dan efektif Perilaku
    komunikasi nonverbal diantara semua terpidana memiliki kesamaan dalam
    penampilan, pakaian dan sikap. 3). Kesenjangan antara perilaku dan kontribusi
    positif para terpidana selama menjalani masa hukuman dengan pencitraan negatif
    yang selama ini mereka terima merupakan hasil labelling yang diawali melalui
    proses master status kemudian digolongkan sebagai deviant career atau outsiders.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi