<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="11402">
 <titleInfo>
  <title>Kontruksi makna dan perilaku komunikasi terpidana kelompok teroris</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Khairil, Muhammad</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xiv,;408 hlm,; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Konstruksi Makna dan Perilaku Komunikasi &#13;
Terpidana Kelompok Teroris &#13;
&#13;
(Studi Kasus Terpidana Aksi Teror Pasca Konflik Poso di Sulawesi Tengah) &#13;
&#13;
Penelitian dengan judul Konstruksi Makna dan Perilaku Komunikasi &#13;
Terpidana Kelompok Teroris (Studi Kasus Terpidana Aksi Teror Pas ea Konflik &#13;
Poso di Sulawesi Tengah) dimaksudkan untuk memahami dan mendalami makna &#13;
yang dikonstruksi oleh kelompok teroris yaitu spirit ideologi dan bentuk serta &#13;
motif dibalik aksi teror yang selama ini rnereka lakukan. Selain itu, penelitian ini &#13;
juga dimaksudkan untuk dapat mengungkapkan perilaku komunikasi terpidana &#13;
kelompok teroris selama menjalani masa hukuman di dalam Lembaga &#13;
Pemasarakatan (Lapas). &#13;
&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan &#13;
pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini para terpidana teroris yang &#13;
telah melakukan aksi teror pasca konflik Poso yang ditentukan secara purposive &#13;
berdasarkan kriteria dan statusnya yang terdiri dari lima lapisan yaitu &#13;
ketualpimpinan, kader aktif, pendukung aktif, pendukung pasif dan simpatisan. &#13;
Pertanyaan penelitian yang diajukan yaitu 1). Bagaimana spirit ideologis yang &#13;
dikonstruksi kelompok terorisme dalam memotivasi berbagai tindakan teror yang &#13;
selama ini telah dilakukan. 2). Bagaimana bentuk dan motif aksi teror yang &#13;
selama inidilakukan dalam mewujudkan obsesi perjuangan kelompok teroris. 3). &#13;
Bagaimana perilaku komunikasi para terpidana teroris selama menjalani masa &#13;
hukuman di dalam Lapas. &#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, Makna dibalik spirit &#13;
ideologi yang telah dikonstruksi kelompok teroris terdiri dari empat makna utama &#13;
yaitu qisas, jihad fi sabilillah, syariat Islam dan Khilafah Islamiah. Kedua, &#13;
bentuk-bentuk teror yang terjadi di Poso dan wilayah sekitamya yaitu teror born, &#13;
penembakan, perampokan, mutilasi dan perlawanan bersenjata. Motif dibalik aksi &#13;
teror yaitu menuntut hak keadilan dan penegakan hukum, motif balas dendam, &#13;
penolakan terhadap sistem hukum dan perlawanan bersenjata. Ketiga, perilaku &#13;
komunikasi para terpidana teroris dapat dilihat dari tiga aspek yaitu 1). jejaring &#13;
kelompok terorisme dan keterlibatan kelompok radikal yaitu kelompok Jamaah &#13;
Al-Islamiah, Kompak, NIl, Jundullah dan Wahdah Islamiah. 2). Perilaku &#13;
komunikasi verbal terpidana yang ada di Cirebon dan Makassar cenderung lebih &#13;
formal dan lebih terbatas sedangkan terpidana di Lapas Ampana dan Petobo &#13;
kecenderungan perilaku komunikasi lebih dinamis, ekspresif dan efektif Perilaku &#13;
komunikasi nonverbal diantara semua terpidana memiliki kesamaan dalam &#13;
penampilan, pakaian dan sikap. 3). Kesenjangan antara perilaku dan kontribusi &#13;
positif para terpidana selama menjalani masa hukuman dengan pencitraan negatif &#13;
yang selama ini mereka terima merupakan hasil labelling yang diawali melalui &#13;
proses master status kemudian digolongkan sebagai deviant career atau outsiders.</note>
 <note type="statement of responsibility">Khairil, Muhammad</note>
 <subject authority="">
  <topic>Konstruksi Makna dan Perilaku Komunikasi  Terpidan</topic>
 </subject>
 <classification>302.2 Kha k</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.2 Kha k/R.17.93</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001110100114</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.93)</sublocation>
    <shelfLocator>302.2 Kha k/R.17.93</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>11402</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:44:35</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-07-25 13:48:59</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>