Sintesis poliolefin-graft-anhidrida maleat melalui mikroenkapsulasi monomer dan karakterisasi produknya
ABSTRAK
Penggunaan polimer sebafai material teknik dan komersial berkembang dengan pesat sehingga untuk meningkatkan kinerjanya dilakukan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001110100094 540 Rah s/R.14.18 Perpustakaan Pusat (REF.14.18) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 540 Rah s/R.14.18Penerbit Program Pasca Sarjana : Bandung., 2011 Deskripsi Fisik xvii,;174 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 540Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Rahayu, Iman -
ABSTRAK
Penggunaan polimer sebafai material teknik dan komersial berkembang dengan pesat sehingga untuk meningkatkan kinerjanya dilakukan pengembangan dengan cara modifikasi polimer. Salah satu cara modifikasi yang mendapat perhatian khusus adalah kopolimerisasi tempel poliolefin dengan monomer polar. Namun, kopolimerisasi tempel menggunakan proses pencampuran biasa menghasilkan derajat tempel yang rendah karena kurangnya interaksi antara komponen-komponennya. Untuk itu, dilakukan penelitian pembuatan kopolimer tempel dengan metode mikroenkapsulasi monomer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses kopolimerisasi tempel anhidrida maleatlmaleic anhydride (MAH) pada poliolefin (LLDPE, HDPE, LDPE, dan PP) dengan metode mikroenkapsulasi monomer serta derajat tempel dan derajat ikat silang yang dihasilkan. Selain itu juga untuk mengetahui pengaruh konsentrasi inisiator dikumil peroksida (DCP) dan laju pencampuran terhadap derajat tempel dan derajat ikat silang, serta mekanisme reaksi kopolimerisasi tempel dengan metode mikroenkapsulasi monomer. Sampel pada metode mikroenkapsulasi monomer (mPE atau mPP) dan metode biasa (PE atau PP) dan inisiator DCP dicampurkan dalam Haake Rheomix. Sampel diekstraksi secara bertingkat dengan aseton dan dilanjutkan dengan xilena. Sampel dianalisis dengan menggunakan titrasi, fotograf SEM, MFR, FTIR, NMR, DSC dan TGA. Dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa derajat tempel pada metode mikroenkapsulasi lebih besar dan derajat ikat silang lebih kecil dibandingkan metode biasa. Derajat tempel paling besar pada mLDPE-g-MAH sedangkan derajat ikat silang paling besar pada mHDPE-g-MAH. Pengaruh konsentrasi DCP terhadap derajat tempel dan derajat ikat silang berperan pada mPE-g-MAH maupun PE-g-MAH. Untuk mPP-g-MAH dan PP-g-MAH adanya variasi konsentrasi inisiator, tidak mempengaruhi derajat tempel, akan tetapi dapat meningkatkan pemutusan ikatan. Derajat tempel akan meningkat dengan semakin besarnya konsentrasi DCP. Faktor laju blending berpengaruh pada pembentukan ikat silang dan derajat tempel. Mekanisme reaksi kopolimerisasi tempel MAH pada PE maupun PP dengan metode mikroenkapsulasi monomer pada tahap terminasi dipengaruhi oleh difusi MAH dan polimer. Pembentukan radikal MAH sebagai tahap penentu laju mempengaruhi produk tempel dan ikat silang pada PE, sedangkan pada PP selain produk tempel juga adanya produk pemutusan ikatan. Produk tempel MAH pada PE atau PP lebih dominan dalam bentuk anhidrida suksinat dibandingkan anhidrida maleat, sedangkan produk samping PE lebih dominan ikat silang antar radikal polimer sedangkan PP pemutusan rantai.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






