Pengaruh kolaborasi perijinan terhadap efektivitas penataan minimarket di kota bandung
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya minimarket di Kota Bandung.
Pemerintah Kota Bandung melakukan upaya untuk melakukan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001110700123 353 Rum p/R.17.188 Perpustakaan Pusat (REF.17.188) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 353 Rum p/R.17.188Penerbit Magister Ilmu Sosial Dan Politik : Bandung., 2011 Deskripsi Fisik vi,;123 hlm ,;29,5 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 353Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Runiawati, Nunung -
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya minimarket di Kota Bandung.
Pemerintah Kota Bandung melakukan upaya untuk melakukan penataan dengan
mengeluarkan Peraturan Daerah No. 2 Tahun 2009 tentang Penataan Pasar
Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modem. Namun, setelah dua tahun
Perda tersebut diterbitkan, kegiatan penataan masih belum optimal karena
kolaborasi perijinan antar SKPD belum terjalin dengan baik
Teori kolaborasi yang digunakan adalah teori kolaborasi yang dikemukakan
oleh Rusell M. Linden, sedangkan teori efektivitas yang dijadikan acuan adalah
teori efektivitas yang dikemukakan oleh Dharma. Desian penelitian yang
digunakan adalah desain penelitian kuantitatif dengan metode explanatory
research dengan total 113 responden.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi perijinan berpengaruh
signifikan terhadap efektivitas penataan minimarket di Kota Bandung. Dengan
demikian guna menciptakan penataan minimarket yang efektif maka kolaborasi
perijinan antar SKPD harus dioptimalkan. Para pihak harus mampu bekerjasama
atas nama Pemerintah Kota Bandung untuk memberikan rekomendasi seakurat
mungkin serta melakukan proses penerbitan ijin berdasarkan ketentuan yang
berlaku
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






