Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Preparasi dan Karakterisasi Glukomanan Sebagai Bahan Baku Pengikat Dalam Pembuatan Tablet Parasetamol


Glukomanan merupakan polisakarida yang tersusun oleh satuan-satuan D-glukosa dan D-mannosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preparasi dan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021141000114Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    3050
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    3050
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Glukomanan merupakan polisakarida yang tersusun oleh satuan-satuan D-glukosa dan D-mannosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preparasi dan karakteristik glukomanan yang dihasilkan dari tanaman iles-iles (Amorphophallus muelleri Blume) sebagai bahan pengikat dalam pembuatan tablet Parasetamol dengan metode granulasi basah. Glukomanan diperoleh dari pemurnian tepung iles-iles dengan maserasi bertingkat menggunakan etanol 40%, 60%, dan 80% yang kemudian dilakukan pemutihan dengan natrium hipoklorit. Analisis karakteristik glukomanan meliputi pemeriksaan kualitas serbuk glukomanan (identifikasi, organoleptis, kelarutan), penentuan pH, susut pengeringan, derajat putih, cemaran mikroba, kerapatan, laju alir, kadar air, kadar abu, dan Scanning Electron Microscope Energy-Dispersive X-ray. Glukomanan yang dihasilkan memiliki karakteristik yang memenuhi pharmaceutical grade, kecuali pada parameter laju alir dan kompresibilitas.Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, dimana dibuat dua formula tablet dengan menggunakan glukomanan sebagai bahan pengikat dengan konsentrasi yang bervariasi yaitu FA (10%), FB (15%), dan enam formula tablet pembanding menggunakan amprotab FC (10%), FD (15%), amilum manihot FE (10%), FF (15%), amilum maidis FG (10%), FH (15%). Metode pembuatan tablet yang digunakan adalah metode granulasi basah. Evaluasi tablet meliputi uji keseragaman bobot, uji kekerasan, uji kerapuhan, uji waktu hancur, uji penetapan kadar dan uji disolusi. Hasil evaluasi tablet semua formula yang diperoleh memenuhi persyaratan tablet yang baik kecuali pada parameter kekerasan dan kerapuhan. Berdasarkan hasil penelitian, konsentrasi glukomanan yang memberikan daya ikat yang paling baik adalah 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa glukomanan yang dihasilkan masih memiliki karakteristik Pharmaceutical grade namun diperlukan perbaikan formula sediaan tablet agar memenuhi persyaratan tablet yang baik.

    Kata kunci : glukomanan, Amorphophallus muelleri Blume, parasetamol, granulasi basah, Scanning Electron Microscope Energy-Dispersive X-ray
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi