
Text
Pengaruh Perbandingan Jumlah Monomer Akrilamid Terhadap Karakteristik Sorbent Ekstraksi Fase Padat Glibenklamid Yang Dibuat Melalui Teknik Molekular Imprinting
MIP dihasilkan dari proses polimerisasi dari suatu larutan yang terdiri dari monomer fungsional, cross-linker, dan sebuah template. Molekular ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01021141000089 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 3025Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : ., 2014 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 3025Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi NULLSubyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab NULL -
MIP dihasilkan dari proses polimerisasi dari suatu larutan yang terdiri dari monomer fungsional, cross-linker, dan sebuah template. Molekular imprinting digunakan karena kemampuannya yang selektif mengisolasi senyawa tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio monomer akrilamid : template terhadap kemampuan adsorpsi MIP-SPE glibenklamid yang dihasilkan. Metode penelitian yang digunakan meliputi: sintesis polimer MIP-SPE dengan metode bulk polymerization, ekstraksi template glibenklamid dari MIP-SPE, evaluasi kapasitas adsorpsi MIP-SPE, penentuan nilai koefisien distribusi MIP-SPE, dan penentuan gugus fungsi dengan instrumen Fourier Transform Infrared (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa template:monomer:cross-linker dengan perbandingan 1:15:40 menghasilkan IF 2,23 yang lebih rendah jika dibandingkan dengan rasio template:monomer:cross-linker 1:4:40 yang menghasilkan IF 2,85. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peningkatan rasio monomer terhadap template pada pembuatan MIP glibenklamid dapat menurunkan nilai imprinting faktor yang berpengaruh pada kemampuan adsorpsi MIP.
Kata kunci: Molecularly Imprinted Polymer, Glibenklamid -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






