<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="11254">
 <titleInfo>
  <title>Pola komunikasi pemerintah dengan masyarakat (studi kasus pada program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri perkotaan (pnpm mandiri perkotaan) di badan perencanaan daerah kota cimahi</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rohayati, Iroh</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>192 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
&#13;
Penelitian tentang pola komunikasi ini berawal dari pengamatan terhadap &#13;
realitas yang terjadi pada hubungan antara pemerintah daerah (Bapeda) di Kota &#13;
Cimahi dan masyarakat yang dianggap kurang sinergis dan partisipatif. Kemudian &#13;
dari hasil pengamatan tersebut ditemukan permasalahan, yaitu bahwa pemerintah &#13;
ternyata menjalankan komunikasi yang sangat formal, dan top-down atau hierarkis &#13;
juga tidak terlibat dengan masyarakat secara intens sesuai dengan harapan dan &#13;
keinginan masyarakat. &#13;
&#13;
Dasar teoretik yang digunakan untuk menganalisis masalah pola komunikasi &#13;
antara pemerintah dan masyarakat ini adalah pendekatan komunikasi organisasional &#13;
yang memiliki pengertian suatu proses komunikasi insane yang terlibat dalam suatu &#13;
organisasi. Sementara secara umum, tujuannya adalah memperoleh temuan yang &#13;
memiliki signifikansi organisasional yang berfungsi sebagai penyadaran, &#13;
pemberdayaan atau transformasi sosial. &#13;
&#13;
Penelitian ini juga diteropong oleh pendekata komunikasi partisipatif yang &#13;
menjelaskan bahwa komunikasi dialogis adalah syarat tarcapainya partisipasi &#13;
masyarakat. Selain itu, secara metodologis digunakan dimensi ontologism, yaitu &#13;
berusaha menganalisis pola komunikasi pemerintah dengan masyarakat sebagai &#13;
suatu realitas hubungan yang semu atau tidak terbuka dan kurang mengakomodasi &#13;
aspirasi masyarakat, ini terjadi karena ada system nilal, aturan, peranan, dan norma &#13;
yang dimiliki pemerintah sebagai bagian dari system organisasi. Sementara melalui &#13;
dimensi epistemology dijelaskan interaksi peneliti dan objek penelitian yang diteliti &#13;
dengan tujuan menemukan permasalah komunikasi atau hambatan-hambatan &#13;
komunikasi, pola komunikasi pemerintah dan masyarakat, dan kesadaran partisipatif &#13;
masyarakat. Metode penelitian kualitatif ini digall melalui studi kasus dan &#13;
wawancara mendalam (indepth interview). &#13;
&#13;
Penelitian ini menghasilkan atau menemukan bahwa telah terjadi pola &#13;
komunikasi yang tidak sesuai dengan realitas masyarakat yang menghendaki &#13;
keterlibatan pemerintah secara optimal, karena itu peneliti menyarankan agar pola &#13;
komunikasi pemerintah yang formal dan top-down dilengkapi dengan komunikasi &#13;
yang partisipatif yang bersifat dialogis dan menghendaki kesetaraan di antara ke dua &#13;
belah pihak.</note>
 <note type="statement of responsibility">Rohayati, Iroh</note>
 <subject authority="">
  <topic>Penelitian ini menghasilkan atau menemukan bahwa t</topic>
 </subject>
 <classification>302.2 Roh p/P.10</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.2 Roh p/P.10</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001110700103</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.P.10)</sublocation>
    <shelfLocator>302.2 Roh p/P.10</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>11254</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:44:35</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-01-04 08:45:07</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>