Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Tapak Dara (Catharanthus roseus (L.) G. Don) Terhadap Bakteri Streptococcus mutans Isolat Klinis dan Staphylococcus aureus ATCC 25923


Plak merupakan lapisan biofilm yang tersusun dari sel-sel mikroorganisme yang berkolonisasi pada permukaan gigi. Plak gigi memegang peranan penting ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021141000030Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    2963
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    2963
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Plak merupakan lapisan biofilm yang tersusun dari sel-sel mikroorganisme yang berkolonisasi pada permukaan gigi. Plak gigi memegang peranan penting dalam proses karies gigi dan inflamasi jaringan lunak sekitar gigi. Mikroorganisme yang terdapat pada plak gigi antara lain Streptococcus mutans dan Staphylococcus aureus. Berdasarkan studi etnofarmasi, daun tapak dara merupakan salah satu bahan alam yang sering dipakai untuk menyembuhkan sakit gigi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun tapak dara (Catharanthus roseus (L.) G. Don) terhadap Streptococcus mutans isolat klinis dan Staphylococcus aureus ATCC 25923 dengan metode difusi agar. Penelitian dilakukan melalui tahap pengumpulan bahan dan determinasi tumbuhan, penapisan fitokimia, ekstraksi, uji aktivitas antibakteri ekstrak, penentuan Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM), dan penentuan profil Kromatografi Lapis Tipis (KLT) ekstrak. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak daun tapak dara memberikan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923, sedangkan untuk bakteri Streptococcus mutansisolat klinis tidak memberikan aktivitas antibakteri. Nilai KHTM dari ekstrak ini sulit ditentukan melalui metode mikrodilusi, karena endapan ekstrak menghalangi pengamatan pertumbuhan bakteri, sedangkan nilai KBM untuk Staphylococcus aureus ATCC 25923sebesar5% (b/v).

    Kata kunci : Antibakteri, Catharanthus roseus (L.) G. Don, Streptococcus mutansdanStaphylococcus aureus ATCC 25923
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi