Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Melecular Docking Ligan pada HIV-1 Integrase, Protase, dan Plasmepsin I untuk Anti HIV dan Antimalaria


HIV-1 merupakan penyakit yang telah memakan banyak korban sejak dua decade terakhir, hingga kini pengobatan potensial belum ditemukan karena cepatnya ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021141000001Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    2919
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    2919
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • HIV-1 merupakan penyakit yang telah memakan banyak korban sejak dua decade terakhir, hingga kini pengobatan potensial belum ditemukan karena cepatnya mutasi enzim-enzim HIV-1, yaitu reversed transcriptase, integrase, dan protease. SelainHIV-1, malaria juga merupakan penyebab terbesar kematian pada manusia, dan banyak ditemukan di bagian Timur Indonesia. Beberapa enzim dalam vacuole makanan Plasmodium falciparum dapat menjadi target penemuan antimalaria, yaitu plasmepsin I, II, IV, dan histo-aspartic protease (HAP). Baik plasmepsin dan HIV-1 protease adalah aspartil protease, oleh karena itu dapat dirancang obat tunggal yang bekerja ganda menghambat kedua enzim tersebut. Molecular docking dilakukan untuk mengidentifikasi posisi koordinat catalytic core domain (CCD) integrase serta residu asam aminonya. Selain itu juga ditelaah interaksi antara raltegravir, elvitegravir, dolutegravir, dan MK-2048 dengan HIV-1 integrase serta residu asam amino di sekitar CCD. Interaksi pepstatin A dangan oderiol F dengan HIV-1 protease dan plasmepsin I berikut residu asamamino penyusun kantung aktif kedua enzim protease juga dipelajari menggunakan Auto Dock. Afinitas semua senyawa terhadap target juga dihitung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua inhibitor integrase terletak di tengah kantung ikatan di antara DDE triad (Asp64, Asp116, dan Glu152). Dari keempat senyawa uji, elvitegravir menunjukkan afinitas tertinggi (energiikatan= - 6,67kkal/moldan Ki= 13,40?M), selanjutnya berturut-turut adalah MK - 2048, dolutegravir dan raltegravir. Lebih lanjut, ganoderiol-F memperlihatkan potensi lebih baik terhadap HIV-1 protease (energiikatan= -11,40kkal/moldan Ki= 4,68nM), dan plasmepsin I (energiikatan= -9,96kkal/mol dan Ki= 50,94nM),dari pada pepstatin A. Afinitaspepstatin A lebih baik terhadap HIV-1 protease (energiikatan= -4,52kkal/moldan Ki= 496,13 ?M) dari pada terhadap plasmepsin I (energiikatan= -3,07kkal/moldan Ki= 5,98 mM). Dapat disimpulkan bahwa posisi koordinat kantung aktif HIV-1 integrase adalah terletak di antara -26x, 23y, 55z dan -14x, 40y, 72z, dimana terdapat Asp64, Asp116, dan Glu152. Berdasarkan nilai energy ikatan dan constanta inhibisinya, elvitegravir memiliki afinitas yang paling baik untuk menghambat HIV-1 integrase.Ganoderiol-F merupakan inhibitor terbaik untuk HIV-1 protease dan plasmepsin I, dari pada pepstatin-A.
    Kata kunci: HIV-1 integrase, inhibitor aspartil protease, malaria, molecular docking, plasmepsin I, protease
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi