<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="11142">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Redjeki, Ike Sri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>magister kedokteran spesialis</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xxviii,; 165 hlm,; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Berat ringannya Systemic Inflammatory Response Syndrome ( SIRS) dan sepsis dipengaruhi oleh &#13;
berat ringannya respons inflamasi dan stres oksidatif yang terjadi. Penatalaksanaan utama dari SIRS dan &#13;
sepsis berupa terapi suportif dari fungsi organ- eradikasi infeksi, dan kontrol dari sumber infeksi. &#13;
Pemberian antioksidan merupakan terapi adjuvan pada SIRS dan sepsis yang dianggap rasional, untuk &#13;
mengurangi stres oksidatif dan menekan respons inflamasi. &#13;
&#13;
Telab dilakukan penelitian Randomized Control Trial(RCT) pemberian antioksidan , glutation &#13;
pada pasien dengan SIRS dan sepsis yang dirawat di ICU dengan kriteria inklusi: Usia 18-60 tahun, &#13;
skoring acute physiologic and chronic health score (APACHE) 15-22, dan menunjukkan 2 atau lebih dari &#13;
gejala-gejala SIRS sesuai standar SSC, dan semua tanda-tanda di atas disertai disfungsi organ se lain ginjal &#13;
dan bepar. Kriteria eksklusi pada penelitian ini adalah; pasien dengan penyakit primer keganasan, disfungsi &#13;
/ gagal organ ginjal dan hepar, pasien yang dilakukan hemodialisis , pasien dengan gangguan fungsi &#13;
susunan saraf pusat, pasien yang menggunakan obat obatan imunosupresif. Pasien dibagi menjadi 2 &#13;
kelompok dengan menggunakan permutasi random blok, kelompok glutation dan kelompok kontrol, &#13;
Setelah penentuan skoring APACHE IT pada 24 jam pertama masuk ICU, pada kelompok glutation &#13;
diberikan glutation intravena 600 mg/ hari yang diberikan selama 5 hari berturut - turut. Parameter yang &#13;
diperiksa adalab skoring Sequential Organ Failure Assessment(SOFA), kadar TNFa, dan kadar IL - 10 &#13;
pada waktu 24 jam, 72 jam, dan 120 jam setelah pemberian terapi. Dilakukan analisis data dengan uji &#13;
statistik, uji t, dan uji F Hotelling, uji Mann - Whitney, uji korelasi rank Spearman dan uji Friedman. &#13;
Perbedaan dianggap signifikan pad a nila p&lt; 0,05 atau sangat bermakna bila p&lt; 0,0 I. &#13;
&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan rasio IL-IO/ TNFa, pada kelompok &#13;
glutation yang berbeda sangat bermakna secara statistik dibandingkan kelompok kontrol pada jam ke 120 &#13;
( p=O,036). Berdasarkan uji t-berpasangan didapatkan perbedaan yang bermakna pada kelompok glutation &#13;
antar jam ke 24 vs jam ke 120 dengan p=O,O 14, dan antara jam ke 72 vs jam ke 120 dengan p=0,006. Pada &#13;
kelompok glutation penurunan kadar TNFa dari waktu ke waktu menunjukkan perbedaan yang bermakna &#13;
dengan uji ANOVA repeated measure dan nilai p = 0,034. Kadar IL - 10 pada kelompok glutation dan &#13;
kelompok kontrol tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna, akan tetapi pada pengujian statistik &#13;
dengan ANOV A repeated measure pad a kelompok kontrol dari waktu ke waktu didapatkan penurunan &#13;
kadar IL-lO yang bermakna dengan p = 0,036, hal ini menunjukkan penurunan kadar IL - 10 pada &#13;
kelompok kontrol lebih besar dibandingkan kelompok glutation, dan hal ini mendukung menjelaskan &#13;
adanya peningkatan rasio IL-I O/TNFa pada kelompok glutation. &#13;
&#13;
Analisis dari skoring SOFA didapatkan persentase perubahan skoring SOFA pada kelompok &#13;
glutation lebih besar dibandingkan dengan kelompok kontrol, perbedaan ini bermakna secara statistik pada &#13;
jam ke 120, dengan p = 0,037. Didapatkan korelasi negatif antara rasio IL-I0/TNFa dan skoring SOFA &#13;
pada 24 jam setelah intervensi pada kelompok glutation dengan , p = 0,03, dan r, = 0,558. &#13;
&#13;
Kesimpulan penelitian ini ; pemberian terapi glutation pada pasien SIRS dan sepsis terbukti &#13;
meningkatkan rasio fL-IO/TNFa, dan penurunan skoring SOFA. Terdapat korelasi yang bermakna antara &#13;
rasio IL-I O/TNFa dengan skoring SOFA.</note>
 <note type="statement of responsibility">Redjeki, Ike Sri</note>
 <subject authority="">
  <topic>SIRS, sepsis, Rasio IL-IO/TNFa, Stres oksidatif, G</topic>
 </subject>
 <classification>610</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>610 Rej k/R.13.4</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001100700287</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.13.4)</sublocation>
    <shelfLocator>610 Rej k/R.13.4</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>11142</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:44:34</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-07-04 11:25:04</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>