Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Penghambatan Enzim Siklooksigenase (COX) Infusa Empat Tumbuhan Obat Subetnis Kutai Secara In Vitro Sebagai Dasar Pemanfaatannya Untuk Obat Herbal Antiinflamasi (Herbal Medik)


Penelitian mengenaiinfusa empat tumbuhan obat subetnis Kutai sebagai penghambat enzim siklooksigenase (COX)secara in vitrotelah dilakukan. Keempat ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021140714600Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    24
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    24
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian mengenaiinfusa empat tumbuhan obat subetnis Kutai sebagai penghambat enzim siklooksigenase (COX)secara in vitrotelah dilakukan. Keempat tumbuhan itu adalah umbi bawang tiwai (Eleutherineamericana(Aubl.) Merr.), daun patahtulang (Pedilanthustithymaloides (L.)Poit.), batang keladibelau (Caladium bicolor (W. Ait) Vent.), danrimpang lia berueng (Zingiberzerumbet(L.) J.E. Smith.). Aktivitas antiinflamasi secara in vitroterhadap enzim COX ditentukan dengan menggunakan metode TMPD (N,N,N',N'-tetrametil-p-fenilendiamin) secara spektrofotometri. Enzim COX yang diuji meliputi enzim COX-1 dan COX-2. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak umbi bawang tiwai mempunyai aktivitas antiinflamasi terhadap enzim COX dengan nilai IC50 sebesar 136,54 ppm terhadap COX-1 dan 161,24 ppm terhadap COX-2. Nilai IC50ekstrakdaun patah tulang adalah 311,19 ppm terhadap COX-1 dan 638,89 ppmterhadap COX-2. Ekstrak batang keladi belau mempunyai nilai IC50sebesar 250,66 ppmterhadap COX-1 dan 255,27 ppmterhadap COX-2, sedangkan ekstrak rimpang lia berueng mempunyai aktivitas antiinflamasi dengan nilai IC50 sebesar 22,72 ppm terhadap COX-1 dan186,47 ppmterhadap COX-2. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semua ekstrak lebih banyak menghambat enzim COX-1. Ekstrak rimpang liaberueng mempunyai aktivitas antiinflamasi paling kuat terhadap enzim COX-1 dan ekstrak umbi bawang tiwai mempunyai aktivitas antiinflamasi paling kuat terhadap enzim COX-2. Selanjutnya dilakukan penetapan kadar fenolat total dengan metode Folin Ciocalteu. Senyawa fenolat diduga mempunyai peran sebagai penghambat enzim COX. Hasil penetapan kadar menunjukkan kadar fenolat totalekstrak umbi bawang tiwai adalah 16,78 mg GAE/g sampel, ekstrak daun patah tulang 7,36 mg GAE/g sampel, ekstrak batang keladi belau 10,58 mg GAE/g sampel, dan ekstrak rimpang lia berueng 44,60 mg GAE/g sampel.
    Kata Kunci : Enzim COX-1, Enzim COX-2, Antiinflamasi, Umbi Bawang Tiwai, Daun Patah Tulang, Batang Keladi Belau, Rimpang Lia Berueng, Metode TMPD, Metode Folin Ciocalteu.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi