Representasi standar media global dalam majalah cosmopolitan indonesia : sebuah analisa wacana kritis Norman Fairclough
Representasi Standar Media Global dalam Majalah Cosmopolitan Indonesia
(Sebuah Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough). Oleh: Antasari ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001100700285 051 Ban r/R.21.39 Perpustakaan Pusat (REF.21.39) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 051 Ban r/R.21.39Penerbit Magister Ilmu Komunikasi : Bandung., 2010 Deskripsi Fisik x,; 175 hlm,;29,5 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 051 Ban r/R.21.39Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Bandjar, Antasari -
Representasi Standar Media Global dalam Majalah Cosmopolitan Indonesia
(Sebuah Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough). Oleh: Antasari Bandjar,
Tesis Magister dengan Tim Pembimbing: Dr. Hj. Betty.RFS Soemirat, M.S.
(Ketua), dan DL Atwar Bajari, M.Si. (Anggota)
Dewasa ini, penerbitan majalah wanita global dalam edisi Bahasa Indonesia
semakin meningkat, salah satu judul yang bias ditemukan di berbagai stan majalah
adalah majalah Cosmopolitan Indonesia. Ini adalah majalah wanita waralaba pertama
yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia. Sebagai majalah wanita global majalah ini
memiliki bentuk dan format standar layaknya edisi intemasionalnya. Tujuan dari
penerapan standar seperti ini adalah untuk mempertahankan brand image majalah itu
sendiri.
Fenomena ini adalah hal lazim dalam dunia penerbitan majalah waralaba.
Kantor pusat majalah menerapkan norma dan kontrol yang ketat bagi penerbitan edisi
lokal majalahnya. Ini adalah bagian dari cara mereka untuk menjaga brand image
yang diciptakan dan dikenal luas oleh pembaca sekaligus pengiklannya. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi representasi bentuk dan format standar
tersebut melalui identifikasi tiga aspek makna: genre, wacana, dan gaya. Temuan ini
kemudian akan dihubungkan dengan berbagai konteks sosial, budaya, dan masyarakat
dimana majalah tersebut beroperasi. Untuk mencapai tujuan ini metode yang
digunakan adalah metode analisis wacana kritis yang ditawarkan oleh Norman
Fairclough.
Penerapan metode ini dalam analisis menghasilkan beberapa kesimpulan.
Pertama, genre yang teridentifikasi adalah genre problem-solution sebagai semacam
instruksi manual bagi pembacanya. Kedua wacana yang teridentifikasi adalah wacana
dengan dengan level abstraksi paling tinggi; ini ditandai dengan alpanya representasi
peristiwa, tindakan dan konteks yang dilakukan secara spesifik. Ketiga, gaya terdiri
dari dua aspek: aspek Iinguistik dan visual. Gaya bahasa yang digunakan adalah gaya
bahasa informal, yang jauh dari kaedah baku ketatabahasaan. Motlalitas yang
teridentifikasi dalam teks adalah modalitas implisit dengan penggunaan berbagai
adjektif yang bersifat evaluatif dan berbagai poetic devices lainnya serta penggunaan
direct address sebagai cara berkomunikasi. Sedangkan gaya visual yang
teridentifikasi adalah foto dengan naturalistic modality rendah dan sensory modality
tinggi.
Jika ketiga aspek makna ini ditempatkan dalam konteks sosial, budaya, dan
masyarakat yang lebih luas maka diketahui bahwa bentuk dan format majalah yang
seperti ini bukanlah sesuatu yang netral, melainkan membawa ideologi tertentu, yaitu
ideologi tentang individualisasi perempuan (female individualisation), terutama yang
berkaitan dengan seksualitasnya. Tren individualisasi ini tercermin dari berbagai
identitas gaya hidup sebagai Fun Fearles Female yang ditawarkan.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






