<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="11113">
 <titleInfo>
  <title>Representasi standar media global dalam majalah cosmopolitan indonesia :</title>
  <subTitle>sebuah analisa wacana kritis Norman Fairclough</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Bandjar, Antasari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Komunikasi</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>x,; 175 hlm,;29,5 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Representasi Standar Media Global dalam Majalah Cosmopolitan Indonesia &#13;
(Sebuah Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough). Oleh: Antasari Bandjar, &#13;
Tesis Magister dengan Tim Pembimbing: Dr. Hj. Betty.RFS Soemirat, M.S. &#13;
(Ketua), dan DL Atwar Bajari, M.Si. (Anggota) &#13;
&#13;
Dewasa ini, penerbitan majalah wanita global dalam edisi Bahasa Indonesia &#13;
semakin meningkat, salah satu judul yang bias ditemukan di berbagai stan majalah &#13;
adalah majalah Cosmopolitan Indonesia. Ini adalah majalah wanita waralaba pertama &#13;
yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia. Sebagai majalah wanita global majalah ini &#13;
memiliki bentuk dan format standar layaknya edisi intemasionalnya. Tujuan dari &#13;
penerapan standar seperti ini adalah untuk mempertahankan brand image majalah itu &#13;
sendiri. &#13;
&#13;
Fenomena ini adalah hal lazim dalam dunia penerbitan majalah waralaba. &#13;
&#13;
Kantor pusat majalah menerapkan norma dan kontrol yang ketat bagi penerbitan edisi &#13;
lokal majalahnya. Ini adalah bagian dari cara mereka untuk menjaga brand image &#13;
yang diciptakan dan dikenal luas oleh pembaca sekaligus pengiklannya. Tujuan &#13;
penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi representasi bentuk dan format standar &#13;
tersebut melalui identifikasi tiga aspek makna: genre, wacana, dan gaya. Temuan ini &#13;
kemudian akan dihubungkan dengan berbagai konteks sosial, budaya, dan masyarakat &#13;
dimana majalah tersebut beroperasi. Untuk mencapai tujuan ini metode yang &#13;
digunakan adalah metode analisis wacana kritis yang ditawarkan oleh Norman &#13;
Fairclough. &#13;
&#13;
Penerapan metode ini dalam analisis menghasilkan beberapa kesimpulan. &#13;
&#13;
Pertama, genre yang teridentifikasi adalah genre problem-solution sebagai semacam &#13;
instruksi manual bagi pembacanya. Kedua wacana yang teridentifikasi adalah wacana &#13;
dengan dengan level abstraksi paling tinggi; ini ditandai dengan alpanya representasi &#13;
peristiwa, tindakan dan konteks yang dilakukan secara spesifik. Ketiga, gaya terdiri &#13;
dari dua aspek: aspek Iinguistik dan visual. Gaya bahasa yang digunakan adalah gaya &#13;
bahasa informal, yang jauh dari kaedah baku ketatabahasaan. Motlalitas yang &#13;
teridentifikasi dalam teks adalah modalitas implisit dengan penggunaan berbagai &#13;
adjektif yang bersifat evaluatif dan berbagai poetic devices lainnya serta penggunaan &#13;
direct address sebagai cara berkomunikasi. Sedangkan gaya visual yang &#13;
teridentifikasi adalah foto dengan naturalistic modality rendah dan sensory modality &#13;
tinggi. &#13;
&#13;
Jika ketiga aspek makna ini ditempatkan dalam konteks sosial, budaya, dan &#13;
masyarakat yang lebih luas maka diketahui bahwa bentuk dan format majalah yang &#13;
seperti ini bukanlah sesuatu yang netral, melainkan membawa ideologi tertentu, yaitu &#13;
ideologi tentang individualisasi perempuan (female individualisation), terutama yang &#13;
berkaitan dengan seksualitasnya. Tren individualisasi ini tercermin dari berbagai &#13;
identitas gaya hidup sebagai Fun Fearles Female yang ditawarkan. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Bandjar, Antasari</note>
 <subject authority="">
  <topic>Jika ketiga aspek makna ini ditempatkan dalam kont</topic>
 </subject>
 <classification>051 Ban r/R.21.39</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>051 Ban r/R.21.39</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001100700285</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.21.39)</sublocation>
    <shelfLocator>051 Ban r/R.21.39</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>11113</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:44:34</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-02-06 08:59:41</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>