Detail Cantuman

Image of Model laju korosi serta kinerja kafein dan benzotriazol sebagai inhibitor korosi baja karbon dalam larutan klorida yang mengandung hidrogen sulfida

 

Model laju korosi serta kinerja kafein dan benzotriazol sebagai inhibitor korosi baja karbon dalam larutan klorida yang mengandung hidrogen sulfida


MODEL LAJu KOROSI SERTA KINERJA KAFEIN DAN BENZOTRIAZOL
SEBAGAI INHIBITOR KOROSI BAJA KARBON DALAM LARUTAN
KLORIDA Y ANG MENGANDUNG ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001110100008574.192 Sol m/R14.53Perpustakaan Pusat (REF.14.53)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    574.192 Sol m/R14.53
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xxviii,;194 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    574.192
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • MODEL LAJu KOROSI SERTA KINERJA KAFEIN DAN BENZOTRIAZOL
    SEBAGAI INHIBITOR KOROSI BAJA KARBON DALAM LARUTAN
    KLORIDA Y ANG MENGANDUNG HIDROGEN SULFIDA

    ABSTRAK

    Telah dilakukan studi korosi dan inhibisi baja karbon API 5LX65 dalam larutan
    klorida yang mengandung berbagai variasi konsentrasi H2S, kafein, benzotriazol pada
    variasi pH, temperatur, dan laju alir dengan menggunakan metode Electrochemical
    Impedance Spectroscopy (EIS) dan weight loss. Peralatan dan teknik X-ray
    Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscope (SEM), dan Energy Dispersive
    Spectroscopy (EDS) digunakan untuk mempe1ajari kondisi permukaan baja karbon
    setelah proses korosi tanpa inhibitor dan dengan penambahan inhibitor. Tujuan
    penelitian adalah untuk mendapatkan model laju korosi baj a karbon akibat pengaruh
    konsentrasi hidrogen sulfida, temperatur, pH, dan laju putar dalam lingkungan
    klorida, serta mempelajari kinerja kafein dan benzotriazol sebagai inhibitor korosi.
    Modellaju korosi yang diperoIeh terbukti berlaku untuk konsentrasi H2S hingga 500
    mg/l pada temperatur 50°C. Namun harga laju korosi yang dihitung dengan model
    tersebut berdasarkan data Iapangan, hanya sesuai dengan laj u korosi hasil pengukuran
    untuk konsentrasi H2S hingga 20 mg/l. Hasil analisis XRD dan SEM menunjukkan
    besi suIfida (FeS) terbentuk pada permukaan baja karbon setelah proses korosi tanpa
    inhibitor. Spektrum EDS menunjukkan Nitrogen (N) terikat pada permukaan baja
    karbon seteIah proses korosi yang ditambah kafein dan benzotriazol. Efisiensi inhibisi
    kafein dan benzotriazol terbukti dipengaruhi oIeh konsentrasi inhibitor dan
    temperatur. Efisiensi inhibisi kafein Iebih tinggi dari benzotriazoI pada temperatur 30
    hingga 50°C, sedangkan pada temperatur 70°C sebaliknya. Adsorpsi dari kafein dan
    benzotriazol pada permukaan baja teIah ditentukan dengan mengikuti adsorpsi
    isotermaI Langmuir. Harga ~Gads, ~So dan Qads untuk kafein (-29,86, -3,86, dan -
    41,20 kJ/mol secara berurutan) Iebih negatif dibanding untuk benzotriazol (-23,27, -
    1,92, dan -17,90 kJ/mol secara berurutan), sedangkan harga Ea dan L'lHo untuk: kafein
    (33,56 dan 30,88 kl/mol) lebih positif dari benzotriazol (10,97 dan 12,27 kl/mol),
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi