<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="11079">
 <titleInfo>
  <title>Pengawasan DPR-RI dalam bisnis militer sebagai bagian dari reformasi Tentara Nasional Indonesia (TNI)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Djuyandi, Yusa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Sosial Dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xiv,;155 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengawasan DPR-RI dalam Bisnis TNI memiliki peran yang sangat &#13;
penting dalam pembentukan TNI yang handal dan profesional serta pembangunan &#13;
kualitas demokrasi di Indonesia, pandangan ini didasari atas fakta bahwa &#13;
keterlibatan TNI dalam aktivitas berbisnis, baik legal maupun illegal, telah &#13;
mengakibatkan TNI menjadi tidak profesional dan merasa mandiri. Pengawasan &#13;
DPR juga menjadi penting karena penyelenggaraan pertahanan menggunakan &#13;
bagian yang besar dari APBN sehingga DPR selaku perwakilan rakyat berhak dan &#13;
wajib memantau penggunaan anggaran tersebut, disamping itu pengawasan DPR &#13;
juga bermanfaat untuk menjembatani pandangan-pandangan dan prioritas warga &#13;
negara dalam ketentuan hukum dan kebijakan di bidang pertahanan. &#13;
&#13;
Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini adalah: pertama, untuk &#13;
memahami dan menganalisa jalannya mekanisme pengawasan yang dilakukan &#13;
DPR-RI dalam bisnis militer; kedua, untuk membahas dan menganalisa &#13;
sejauhmana upaya-upaya yang telah dilakukan oleh DPR-RI dalam memperkuat &#13;
mekanisme pengawasannya, khususnya yang menyangkut pengawasan bisnis &#13;
militer, sebab pengawasan DPR-RI dalam bisnis militer merupakan agenda &#13;
penting dalam reformasi TNI. Adapun teori yang digunakan oleh peneliti dalam &#13;
melakukan penelitian ini adalah teori pengawasan parlemen, sedangkan metode &#13;
penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif &#13;
analisis, sebab penggunaan metode kualitatif adalah memiliki kelebihan dalam &#13;
memahami suatu fenomena tentang apa yang dialami subjek penelitian misalnya &#13;
perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain secara holistik. &#13;
&#13;
Pengawasan DPR-RI, khususnya Komisi I, dalam bisnis militer &#13;
merupakan bagian dari upaya mewujudkan reformasi TNI, pengawasan dilakukan &#13;
melalui berbagai mekanisme yang terdapat di dalam parlemen, yaitu: melalui &#13;
mekanisme perdebatan; keberadaan komisi; dan pertanyaan-pertanyaan yang &#13;
diajukan ketika dalam rapat. Disamping itu untuk memperkuat mekanisme &#13;
pengawasan yang ada maka diperlukan adanya pengawasan DPR-RI yang efektif &#13;
yang di dalarnnya meliputi adanya kekuasaan konstitusional dan legal yang &#13;
dibatasi yaitu melalui UUD 1945, UU Pertahanan dan UU TNI, kebiasan praktek­ &#13;
praktek pengawasan yang berlaku, adanya ketersediaan sumber-sumber dan &#13;
keahlian serta adanya kemauan politik dari anggota Komisi I DPR-RI. &#13;
&#13;
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, peneliti berkesimpulan &#13;
bahwa meskipun mekanisme pengawasan telah dijalankan oleh Komisi I DPR-RI &#13;
namun pengawasan yang dilakukan masih lemah, disisi lain masih terdapat &#13;
kekurangan dalam menciptakan pengawasan DPR-RI yang efektif, dimana hal ini &#13;
disebabkan oleh beberapa faktor seperti: masih belum kuatnya kemauan politik &#13;
anggota Komisi I DPR-RI, masih belum terciptanya kebiasaan praktek &#13;
pengawasan yang positif dan juga terbatasnya informasi yang dimiliki DPR-RI. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Djuyandi, Yusa</note>
 <subject authority="">
  <topic>Pengawasan DPR-RI dalam Bisnis TNI memiliki peran </topic>
 </subject>
 <classification>353.009</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>353.009 Juy p/R.17.189</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001090700036</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.189)</sublocation>
    <shelfLocator>353.009 Juy p/R.17.189</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>11079</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:44:34</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-08-02 07:57:02</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>