Representasi mediaskap dan popskap tentang gaya hidup pria metrosexual di majalah pria ibukota
REPRESENTASJ MEDIASKAP DAN POPSKAP TENT ANG GA YA HIDUP
PRIA °METROSEXUAL DI MAJALAH PRIA IBUKOTA
Penelitian ini berangkat ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001110100005 302.232 4 Mul r/R.17.156 Perpustakaan Pusat (REF.17.156) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 302.232 4 Mul r/R.17.156Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung., 2011 Deskripsi Fisik xix,;391 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 302.232 4 Mul rTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Mulyana, Ahmad -
REPRESENTASJ MEDIASKAP DAN POPSKAP TENT ANG GA YA HIDUP
PRIA °METROSEXUAL DI MAJALAH PRIA IBUKOTA
Penelitian ini berangkat dari asumsi dalam budaya ada ruang di mana
kepalsuan menjadi kemuliaan dalam kehidupan sehari-hari, Gaya hidup metro sexual
dicurigai sebagai suatu kesadaran palsu sebagai produk sosial yang dimediasikan
majalah pria Ibu Kota. Dalam upaya membuktikan asumsi itu maka penelitian ini
menggunakan pendekatan Cultural studies(CS) yang bersifat interdisipliner serta
memfokuskan diri pada hubungan antara relasi-relasi sosial dengan makna-makna.
Melalui CS penelitian ini melakukan kritik budaya. Tujuan Penelitian mengkaji
tentang representasi mediascape dan popscape tentang gaya hidup pria metro sexual di
majalah pria Ibukota.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tradisi kritis. Data
diperoleh melalui kajian teks kualitatif dengan metode analisis teks Norman
Faircloug dan analisis semiotik versi Roland Barthes. Analisis data menggunakan
deskriptif kualitatif. Pertanyaan penelitian meliputi : (1) bagaimana pencitraan sosok
pria metro sexual melalui teks dalam majalah pria ibukota; (2) bagaimana
penggambaran gaya hidup pria metrosexual oleh majalahpria ibu kota; (3) bagaimana
hegemoni majalah pria ibukota tentang identitas pria metrosexual dalam menciptakan
kesadaran semu terhadap masyarakat. Hasil penelitian menunjukan : (1) Pencitraan
° sosok pria metro sexual dilihat dari penampilan gaya hidup metrosexual bukanlah
produk alamiah, tetapi suatu produk social; (2) mediascape menjadi dinamisator yang
mengusung nilai-nilai kapitalisme yang mendorong berkembangnya industry budaya;
(3) popular scape yang menjadi basis penginterpretasian di level produksi dan level
konsumsi teks adalah subbudaya metroseksual; (4) dinamika popscape dan
mediascape memperlihatkan bahwa ketika trend yang ada mengalami stagnasi, maka
terjadi pergeseran atau perubahan gaya hidup, karena pasar yang ada sudah jenuh dan
kurang diminati lagi oleh konsumen.
Metode penelitian: bersifat kualitatif dengan Analisis Semiotika Roland
Barthes dan Critical Discourse Analysis Norman Fairclough.
Hasil penelitian ini menunjukkan budaya popular yang didalarnnya produser
budaya menyisipkan makna dan khalayak membentuk makna berdasarkan
kepentingan masing-masing yang terindikasikan dengan terjadinya negosiasi makna,
dalam ritual komunikasi sehari-hari, di mana masing-masing kekuatan (ekonomi,
politik atau ideology) saling bersaing untuk menguasai medan makna berdasarkan
kekuatan simbolik yang mereka miliki dalam perbendaharaan budaya sehari-hari.
Dengan demikian dapat diketahui bagaimana kebudayaan (produksi sosial makna dan
kesadaran) dapat dijelaskan dalam dirinya sendiri dan dalam hubungannya dengan
ekonomi (produksi) dan politik (relasi sosial). Melalui itu maka dapat dibongkar
sehingga tergambar suatu relasi kekuasan dalam fenomena pria metro sexual di
majalah pria Ibukota. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






