Detail Cantuman

Image of Representasi mediaskap dan popskap tentang gaya hidup pria metrosexual di majalah pria ibukota

 

Representasi mediaskap dan popskap tentang gaya hidup pria metrosexual di majalah pria ibukota


REPRESENTASJ MEDIASKAP DAN POPSKAP TENT ANG GA YA HIDUP
PRIA °METROSEXUAL DI MAJALAH PRIA IBUKOTA

Penelitian ini berangkat ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001110100005302.232 4 Mul r/R.17.156Perpustakaan Pusat (REF.17.156)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.232 4 Mul r/R.17.156
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xix,;391 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.232 4 Mul r
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • REPRESENTASJ MEDIASKAP DAN POPSKAP TENT ANG GA YA HIDUP
    PRIA °METROSEXUAL DI MAJALAH PRIA IBUKOTA

    Penelitian ini berangkat dari asumsi dalam budaya ada ruang di mana
    kepalsuan menjadi kemuliaan dalam kehidupan sehari-hari, Gaya hidup metro sexual
    dicurigai sebagai suatu kesadaran palsu sebagai produk sosial yang dimediasikan
    majalah pria Ibu Kota. Dalam upaya membuktikan asumsi itu maka penelitian ini
    menggunakan pendekatan Cultural studies(CS) yang bersifat interdisipliner serta
    memfokuskan diri pada hubungan antara relasi-relasi sosial dengan makna-makna.
    Melalui CS penelitian ini melakukan kritik budaya. Tujuan Penelitian mengkaji
    tentang representasi mediascape dan popscape tentang gaya hidup pria metro sexual di
    majalah pria Ibukota.

    Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tradisi kritis. Data
    diperoleh melalui kajian teks kualitatif dengan metode analisis teks Norman
    Faircloug dan analisis semiotik versi Roland Barthes. Analisis data menggunakan
    deskriptif kualitatif. Pertanyaan penelitian meliputi : (1) bagaimana pencitraan sosok
    pria metro sexual melalui teks dalam majalah pria ibukota; (2) bagaimana
    penggambaran gaya hidup pria metrosexual oleh majalahpria ibu kota; (3) bagaimana
    hegemoni majalah pria ibukota tentang identitas pria metrosexual dalam menciptakan
    kesadaran semu terhadap masyarakat. Hasil penelitian menunjukan : (1) Pencitraan

    ° sosok pria metro sexual dilihat dari penampilan gaya hidup metrosexual bukanlah
    produk alamiah, tetapi suatu produk social; (2) mediascape menjadi dinamisator yang
    mengusung nilai-nilai kapitalisme yang mendorong berkembangnya industry budaya;
    (3) popular scape yang menjadi basis penginterpretasian di level produksi dan level
    konsumsi teks adalah subbudaya metroseksual; (4) dinamika popscape dan
    mediascape memperlihatkan bahwa ketika trend yang ada mengalami stagnasi, maka
    terjadi pergeseran atau perubahan gaya hidup, karena pasar yang ada sudah jenuh dan
    kurang diminati lagi oleh konsumen.

    Metode penelitian: bersifat kualitatif dengan Analisis Semiotika Roland
    Barthes dan Critical Discourse Analysis Norman Fairclough.

    Hasil penelitian ini menunjukkan budaya popular yang didalarnnya produser
    budaya menyisipkan makna dan khalayak membentuk makna berdasarkan
    kepentingan masing-masing yang terindikasikan dengan terjadinya negosiasi makna,
    dalam ritual komunikasi sehari-hari, di mana masing-masing kekuatan (ekonomi,
    politik atau ideology) saling bersaing untuk menguasai medan makna berdasarkan
    kekuatan simbolik yang mereka miliki dalam perbendaharaan budaya sehari-hari.
    Dengan demikian dapat diketahui bagaimana kebudayaan (produksi sosial makna dan
    kesadaran) dapat dijelaskan dalam dirinya sendiri dan dalam hubungannya dengan
    ekonomi (produksi) dan politik (relasi sosial). Melalui itu maka dapat dibongkar
    sehingga tergambar suatu relasi kekuasan dalam fenomena pria metro sexual di
    majalah pria Ibukota.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi