Detail Cantuman

Image of Identifikasi model dengan syarat perlu dan cukup untuk second order confirmatory factor analysis

 

Identifikasi model dengan syarat perlu dan cukup untuk second order confirmatory factor analysis


Salah satu tahapan dalam SEM adalah identifikasi model. Hal yang
berkaitan dengan tahapan ini adalah masalah taksiran dari ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001100700108519.535 4 Nur i/R.14.124Perpustakaan Pusat (REF.14.124)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    519.535 4 Nur i/R.14.124
    Penerbit Magister Statistika Terapan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv,;50 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    519.535 4
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Salah satu tahapan dalam SEM adalah identifikasi model. Hal yang
    berkaitan dengan tahapan ini adalah masalah taksiran dari parameter-parameter
    dalam model, Apakah dapat melakukan penaksiran dengan solusi tunggal atau
    tidak. Identifikasi model harus memperhatikan syarat perlu dan syarat cukup.
    Syarat perlu merupakan syarat minimum yang sering dilakukan yaitu model harus
    memiliki nilai derajat kebebasan yang lebih besar atau sama dengan nol. Tetapi
    sebuah model yang sudah memenuhi syarat perlu temyata belum tentu model
    tersebut identified Bila syarat perlu saja yang dilakukan maka beberapa hal yang
    terjadi, yaitu nilai taksiran parameter yang tidak logis, nilai varians negatif dan
    kemungkinan tidak diperoleh hasil taksiran parametemya. Untuk menjamin
    sebuah model identified, identifikasi model dengan menggunakan syarat cukup
    dapat dilakukan. Pada penelitian ini akan digunakan model second order CF A
    sikap kerja, yaitu dengan 1 variabel second order dan 2 variabel first order.
    Metode yang digunakan untuk identifikasi model dengan syarat cukup adalah
    dengan solusi aljabar (Bollen, 1989), yaitu membandingkan matriks kovarians data
    dan matriks kovarians model akan diperoleh persamaan-persamaan simultan yang
    berisikan parameter-parameter yang akan ditaksir. Dari hasil taksiran setiap
    parameter diperolah solusi yang tunggal sehingga syarat cukup telah terpenuhi,
    maka model second order CF A sikap kerja adalah identified dan dapat dilakukan
    selanjutnya.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi