<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="10889">
 <titleInfo>
  <title>Identifikasi model dengan syarat perlu dan cukup untuk second order confirmatory factor analysis</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurningsih</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Statistika Terapan</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xiv,;50 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah satu tahapan dalam SEM adalah identifikasi model. Hal yang &#13;
berkaitan dengan tahapan ini adalah masalah taksiran dari parameter-parameter &#13;
dalam model, Apakah dapat melakukan penaksiran dengan solusi tunggal atau &#13;
tidak. Identifikasi model harus memperhatikan syarat perlu dan syarat cukup. &#13;
Syarat perlu merupakan syarat minimum yang sering dilakukan yaitu model harus &#13;
memiliki nilai derajat kebebasan yang lebih besar atau sama dengan nol. Tetapi &#13;
sebuah model yang sudah memenuhi syarat perlu temyata belum tentu model &#13;
tersebut identified Bila syarat perlu saja yang dilakukan maka beberapa hal yang &#13;
terjadi, yaitu nilai taksiran parameter yang tidak logis, nilai varians negatif dan &#13;
kemungkinan tidak diperoleh hasil taksiran parametemya. Untuk menjamin &#13;
sebuah model identified, identifikasi model dengan menggunakan syarat cukup &#13;
dapat dilakukan. Pada penelitian ini akan digunakan model second order CF A &#13;
sikap kerja, yaitu dengan 1 variabel second order dan 2 variabel first order. &#13;
Metode yang digunakan untuk identifikasi model dengan syarat cukup adalah &#13;
dengan solusi aljabar (Bollen, 1989), yaitu membandingkan matriks kovarians data &#13;
dan matriks kovarians model akan diperoleh persamaan-persamaan simultan yang &#13;
berisikan parameter-parameter yang akan ditaksir. Dari hasil taksiran setiap &#13;
parameter diperolah solusi yang tunggal sehingga syarat cukup telah terpenuhi, &#13;
maka model second order CF A sikap kerja adalah identified dan dapat dilakukan &#13;
selanjutnya.</note>
 <note type="statement of responsibility">Nurningsih</note>
 <subject authority="">
  <topic>Identifikasi Model, Second Order CF A, Matriks kov</topic>
 </subject>
 <classification>519.535 4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>519.535 4 Nur i/R.14.124</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001100700108</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.14.124)</sublocation>
    <shelfLocator>519.535 4 Nur i/R.14.124</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>10889</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:44:34</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-06-29 10:17:03</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>