Detail Cantuman

Image of Rancangan modul pelatihan bagi orang tua anak penyandang autisme ringan dalam memperkenalkan jenis kelamin melalui metode PECS

 

Rancangan modul pelatihan bagi orang tua anak penyandang autisme ringan dalam memperkenalkan jenis kelamin melalui metode PECS


Judul Penelitian :

"Rancangan Modul Pelatihan Bagi Orang Tua Anak Penyandang Autisme Ringan Dalam
Memperkenalkan Jenis ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001100700123649.1 Rad r/R.19.253Perpustakaan Pusat (REF.19.253)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    649.1 Rad r/R.19.253
    Penerbit Magister Psikologi : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv, 135 hlm. ; il. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    649.1 Rad r
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Judul Penelitian :

    "Rancangan Modul Pelatihan Bagi Orang Tua Anak Penyandang Autisme Ringan Dalam
    Memperkenalkan Jenis Kelamin Melalui Metode PECS"

    Penyandang autisme di Indonesia setiap tahunnya terus mengalami peningkatan.

    Pendidikan seks bukan hanya diperuntukkan bagi anak-anak yang normal saja, anak
    yang mengalami autisme juga memerlukannya. Menurut Adams (2000), pendidikan seks
    bagi individu autisme sebaiknya diberikan sejak usia dini, tujuannya adalah untuk
    membuat individu isadar dan menghargai ciri seksualitas diri sendiri, dan dapat
    memahami perbedaan dasar antara anatomi pria dan wanita serta peran masing-masing
    gender dalam reproduksi manusia.

    Faktanya, tidak banyak orang tua yang mengetahui inforrnasi mengenai kapan
    waktu yang tepat bagi mereka untuk dapat memulai memberikan pendidikan seks sejak
    dini dan hal apa saja yang dapat diajarkan serta bagaimana cara mengajarkan pendidikan
    seks kepada anak mereka yang mengalami autisme.

    Pendidikan seks tahap awal yang dapat diberikan sejak dini kepada anak
    penyandang autisme antara lain pengenalan perbedaan antara laki-laki dan perempuan
    yang melingkupi anatomi tubuh, kebiasaari, emosi, tuntutan lingkungan dan sebagainya
    diharapkan mereka dapat mengenali identitas dirinya dan tahu bagaimana harus bersikap
    sesuai dengan tuntutan lingkungan.

    Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data empiris berupa gambaran
    lengkap proses dan hasil penerapan rancangan modul pelatihan yang ditujukan kepada
    orang tua yang memiliki anak penyandang autisme ringan dalam memperkenalkan jenis
    kelamin melalui metode PECS (Picture Exchange Communication System). PECS
    adalah suatu metode yang dikembangkan bagi anak-anak yang mengalami kelemahan
    dalam komunikasi sosial dengan menggunakan gambar.

    Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Rancangan Modul Pelatihan bagi
    orang tua anak penyandang autisme ringan dalam memperkenalkan jenis kelamin
    melalui metode PECS. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pengetahuan peserta
    (orang tua) dalam memperkenalkan jenis kelamin kepada anak penyandang autisme
    ringan melalui metode PECS.

    Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus.

    Subyek penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak penyandang autisme ringan
    berusia kurang dari 10 tahun, memiliki latar belakang pendidikan SMU dan bersedia
    mengikuti pelatihan.

    Rancangan Modul "Pelatihan Bagi Orang Tua Anak Penyandang Autisme
    Ringan Dalam Memperkenalkan Jenis Kelamin Melalui Metode PECS" menghasilkan
    reaksi yang positif dari peserta ditinjau dari segi materi, metode, alokasi waktu, tempat
    serta fasilitator. Pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan peserta dalam
    memperkenalkan jenis kelamin.

    Penelitian ini dilakukan oleh Swasti Raditiani dan dibimbing oleh DR. Hanna Widjaja
    dan Ora. Lenny Kendhawati, M.Si
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi