<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="10883">
 <titleInfo>
  <title>Rancangan modul pelatihan bagi orang tua anak penyandang autisme ringan dalam memperkenalkan jenis kelamin melalui metode PECS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Raditiani, Swasti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Psikologi</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xiv, 135 hlm. ; il. ; 29 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Judul Penelitian : &#13;
&#13;
&quot;Rancangan Modul Pelatihan Bagi Orang Tua Anak Penyandang Autisme Ringan Dalam &#13;
Memperkenalkan Jenis Kelamin Melalui Metode PECS&quot; &#13;
&#13;
Penyandang autisme di Indonesia setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. &#13;
&#13;
Pendidikan seks bukan hanya diperuntukkan bagi anak-anak yang normal saja, anak &#13;
yang mengalami autisme juga memerlukannya. Menurut Adams (2000), pendidikan seks &#13;
bagi individu autisme sebaiknya diberikan sejak usia dini, tujuannya adalah untuk &#13;
membuat individu isadar dan menghargai ciri seksualitas diri sendiri, dan dapat &#13;
memahami perbedaan dasar antara anatomi pria dan wanita serta peran masing-masing &#13;
gender dalam reproduksi manusia. &#13;
&#13;
Faktanya, tidak banyak orang tua yang mengetahui inforrnasi mengenai kapan &#13;
waktu yang tepat bagi mereka untuk dapat memulai memberikan pendidikan seks sejak &#13;
dini dan hal apa saja yang dapat diajarkan serta bagaimana cara mengajarkan pendidikan &#13;
seks kepada anak mereka yang mengalami autisme. &#13;
&#13;
Pendidikan seks tahap awal yang dapat diberikan sejak dini kepada anak &#13;
penyandang autisme antara lain pengenalan perbedaan antara laki-laki dan perempuan &#13;
yang melingkupi anatomi tubuh, kebiasaari, emosi, tuntutan lingkungan dan sebagainya &#13;
diharapkan mereka dapat mengenali identitas dirinya dan tahu bagaimana harus bersikap &#13;
sesuai dengan tuntutan lingkungan. &#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data empiris berupa gambaran &#13;
lengkap proses dan hasil penerapan rancangan modul pelatihan yang ditujukan kepada &#13;
orang tua yang memiliki anak penyandang autisme ringan dalam memperkenalkan jenis &#13;
kelamin melalui metode PECS (Picture Exchange Communication System). PECS &#13;
adalah suatu metode yang dikembangkan bagi anak-anak yang mengalami kelemahan &#13;
dalam komunikasi sosial dengan menggunakan gambar. &#13;
&#13;
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Rancangan Modul Pelatihan bagi &#13;
orang tua anak penyandang autisme ringan dalam memperkenalkan jenis kelamin &#13;
melalui metode PECS. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pengetahuan peserta &#13;
(orang tua) dalam memperkenalkan jenis kelamin kepada anak penyandang autisme &#13;
ringan melalui metode PECS. &#13;
&#13;
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. &#13;
&#13;
Subyek penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak penyandang autisme ringan &#13;
berusia kurang dari 10 tahun, memiliki latar belakang pendidikan SMU dan bersedia &#13;
mengikuti pelatihan. &#13;
&#13;
Rancangan Modul &quot;Pelatihan Bagi Orang Tua Anak Penyandang Autisme &#13;
Ringan Dalam Memperkenalkan Jenis Kelamin Melalui Metode PECS&quot; menghasilkan &#13;
reaksi yang positif dari peserta ditinjau dari segi materi, metode, alokasi waktu, tempat &#13;
serta fasilitator. Pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan peserta dalam &#13;
memperkenalkan jenis kelamin. &#13;
&#13;
Penelitian ini dilakukan oleh Swasti Raditiani dan dibimbing oleh DR. Hanna Widjaja &#13;
dan Ora. Lenny Kendhawati, M.Si</note>
 <note type="statement of responsibility">Raditiani, Swasti</note>
 <subject authority="">
  <topic>Autisme, Pendidikan Seks, PECS, Pelatihan, Studi K</topic>
 </subject>
 <classification>649.1 Rad r</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>649.1 Rad r/R.19.253</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001100700123</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.19.253)</sublocation>
    <shelfLocator>649.1 Rad r/R.19.253</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>10883</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:44:34</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-02-08 09:36:28</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>