<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="10869">
 <titleInfo>
  <title>Aktivitas Glutathione Peroxidase (Gpx) sebagai penanda keadaan hiperkoagulasi pada penderita pneumoni raawat inap</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hermiyanti, Emmy</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>magister kedokteran spesialis</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xix,; 98 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pneumoni rawat inap mempunyai risiko menjadi buruk akibat deposit fibrin di &#13;
alveolus karena Tumor Necrosis Factor a (TNFa) meningkatkan kadar Plasminogen &#13;
Activator Inhibitor- I (PAl-I) dan menekan fibrinolisis; sehingga timbul keadaan &#13;
hiperkoagulasi yang dapat diperiksa dengan tes D-dimer. Disisi lain peningkatan &#13;
Reactive Oxygen Species (ROS) mengganggu aktivitas enzim glutathione peroxidase &#13;
(Gpx) yaitui antioksidan endogen yang berfungsi mengkatalisasi reaksi penangkapan &#13;
hydrogen peroksida yang berasal dari ROS oleh Glutathione Sulf Hydril (GSH). Selain &#13;
antioksidan dan antiinflamsi, sampai saat ini belum diketahui bagaimana peran Gpx pada &#13;
kejadian hiperkoagulasi. Oleh karena itu penelitian ini ingin membuktikan peran Gpx &#13;
sebagai penanda hiperkoagulasi dan bagaimana hubungannya dengan kejadian &#13;
hiperkoagulasi. Diharapkan akan terbuka peluang bagi suplementasi GSH sebagai &#13;
pencegahan hiperkoagulasi (yang mengakibatkan pembentukan fibrin di alveolus) karena &#13;
terapi antikogulan sampai saat ini belum memberikan hasil yang memuaskan. &#13;
&#13;
Penelitian dilakukan di Bagian Penyakit Dalam RS Dr. Hasan Sadikin Bandung &#13;
pada bulan Juni-Juli 2010. Perekrutan dilakukan dengan cara consecutive admission &#13;
sampling. Melalui proses informed consent 44 partisipan pneumonia rawat inap yang &#13;
masuk dalam kriteria inklusi-eksklusi mengikuti penelitian. Satu orang partisipan keluar &#13;
dari penelitian oleh karena jumlah darah tidak mencukupi. Metode penelitian adalah &#13;
observasi analitik metode potong lintang dan uji diagnostik dengan D-dimer sebagai &#13;
standard baku emas. Dari curva ROC diperoleh nilai cut off aktivitas Gpx 22,5 U1grHb &#13;
yang merupakan penanda keadaan hiperkoagulasi. Karena diperoleh sensitifitas 82,4% &#13;
dan spesivitas 44.4%; maka pemeriksaan aktivitas Gpx lebih sesuai untuk tes skrining. &#13;
Dengan nilai cut offini terdapat korelasi yang kuat dan bermakna antara aktivitas Gpx &lt; &#13;
22,5U/grHb dan D-dimer (r=-0,596; p=0,035), begitu juga antara PAI-l dan D-dimer &#13;
(r=O,554; p 1,5 ng/L terdapat hubungan yang bermakna &#13;
antara aktivitas Gpx &lt; 22,5U/grHb dan D-dimer (p=0,024). Dengan analisis logistik &#13;
regresi ganda dari variable perancu yang berrnakna ( Hb dan jenis kelamin) serta aktivitas &#13;
Gpx, temyata aktivitas Gpx &lt; 22,5U1grHb mempunyai pengaruh paling besar terhadap &#13;
kejadian hiperkoagulasi, kemudian diikuti Hb, aktifitas Gpx ::. 22,5U1grHb dan jenis &#13;
kelamin [OR 3,189 Cl 95% (0,436-23,344); OR 0,523 cr 95% (0,294-0,930; OR 0,314 Cl &#13;
95%(0,043-2,296); OR 0,091 Cl 95% (0,010-0,793)]' Pada aktivitas Gpx &lt; 22,5U1grHb maka &#13;
pengaruhnya terhadap hiperkoagulasi sekitar 10 kali dibandingkan dengan aktivitas &gt; &#13;
22,5U1grHb [OR 3,198 Cl 95% (0,436-22,34) vs OR 0,314 Cl 95% (0,043-2,296)]. &#13;
Dengan demikian aktivitas Gpx yang rendah yaitu &lt; 22,5U/grHb memegang peranan &#13;
yang penting dalam kejadian hiperkoagulasi. &#13;
&#13;
Simpulan dari penelitian ini adalah pada penderita pneumonia pemeriksaan &#13;
aktivitas Gpx dengan nilai cut-off 22,5 U/grHb mempunyai korelasi yang kuat dengan &#13;
keadaan hiperkoagulasi; dan bila kadarnya &lt; 22,5U/grHb merupakan penanda &#13;
hiperkoagulasi yang berperan penting karena berkaitan erat dengan aktivasi koagulasi &#13;
pada tahap awai inflamasi yaitu saat terjadi netralisasi ROS. Kebutuhan akan ketersediaan &#13;
GSH dan Gpx yang rriemadai pada saat netralisasi tersebut memberikan peluang bagi &#13;
suplementasi GSH yang merupakan terobosan baru dalam pencegahan hiperkoagulasi; &#13;
sebagai salah satu upaya untuk menurunkan mortabiditas dan mortalitas dari pneumonia. &#13;
Penelitian lanjutan ditujukan untuk mengevaluasi suplementasi GSH pada penderita &#13;
pneumonia sebagai pencegahan hiperkoagulasi sesuai dengan patogenesis yang terungkap &#13;
pada penelitian ini. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Hermiyanti, Emmy</note>
 <classification>616.24</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>616.24 Her a/R.13.13</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001100100253</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.13.13)</sublocation>
    <shelfLocator>616.24 Her a/R.13.13</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>10869</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:44:34</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-07-04 10:52:38</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>