<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="10837">
 <titleInfo>
  <title>Peran Fraksi Sisa Biji Pala (Myristica Fragrans Houtt) Dalam Meningkatkan Perilaku Seksual Dan Perannya Terhadap Nitrit Oksida Pada Mencit Swiss Webster Jantan</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Puradisastra, Sugiarto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>magister kedokteran spesialis</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xx,; 137 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Disfungsi ereksi (DE) merupakan gangguan seksual yang tersebar luas di dunia dan &#13;
paling sering dijumpai yang dapat berdampak pada kepercayaan diri laki-laki karena &#13;
menjadi cemas ekan kemampuannya dalam fungsi seksual. Akhir-akhir ini, insidens DE &#13;
meningkat akibat adanya perubahan gaya hidup di masyarakat yang berefek buruk &#13;
pada sistem saraf. Hal ini menyebabkan kegagalan otot kavemosa untuk berelaksasi &#13;
sebagai respon terhadap pelepasan nitrit oksida (NO). Upaya mengatasi DE dilakukan &#13;
dengan terapi farmakologis seperti menggunakan sildenafil sitrat atau hormon &#13;
testosteron yang sering menimbulkan berbagai efek samping yang dapat &#13;
membahayakan. Tumbuhan obat relatif lebih mudah didapat, lebih murah dan lebih &#13;
aman. Salah satu tanaman yang digunakan untuk mengatasi gangguan seksual adalah &#13;
biji pala (Myristica fragrans Houtt). Tujuan penelitian adalah untuk menilai efek &#13;
pemberian fraksi sisa biji pala dalam meningkatkan perilaku seksual, perbandingan &#13;
potensinya terhadap eugenol dan pengaruhnya terhadap peningkatan NO pada mencit &#13;
Swiss Webster jantan. &#13;
&#13;
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan desain penelitian &#13;
Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hewan coba yang digunakan adalah mencit Swiss &#13;
Webster jantan sebanyak 40 ekor berumur antara 6-8 minggu, dengan berat badan 22- &#13;
25 gram, dibagi menjadi 2 tahap penelitian yaitu penelitian pendahuluan dan penelitian &#13;
fraksi sisa biji pala. Pada penelitian pendahuluan 25 ekor mencit dibagi secara acak &#13;
dalam 5 kelompok perlakuan (n=5). Perlakuan adalah pemberian secara secara oral &#13;
ekstrak etanol biji pala (EEBP dosis 500 mg/kg BB,) fraksi n-heksan biji pala (FHBP) &#13;
dosis 105 mg/kg BB, fraksi etil asetat biji pala (FEABP) dosis 200 mg/kg BB, fraksi &#13;
sisa biji pala (FSBP-2) dosis 105 mg/kg BB, dan kontrol menggunakan Carboxy Methyl &#13;
Cellulose (CMC) 1%. Penelitian fraksi si sa biji pala menggunakan 3 kelompok &#13;
perlakuan (n=5) yang diberi fraksi sisa biji pala (FSBP-l) dosis 52,5 mg/kg BB, fraksi &#13;
sisa biji pala (FSBP-3) dosis 210 mg/kg BB, dan pembanding (eugenol dosis 30 mg/kg &#13;
BB. Semua perlakuan diberikan setiap hari selama 7 hari, tes perilaku seksual pada hari &#13;
ke-tujuh dengan menghitung jumlah introducing dan mounting. Kadar NO dalam darah &#13;
diukur sebelum dan pada hari ke-tujuh. Data dianalisis dengan analisis varian satu arah &#13;
(ANOV A) satu arah dilanjutkan dengan uji Tukey HSD dan pada NO dengan uji &#13;
Duncan (a = 0.05). &#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian semua dosis FSBP (52,5 mg/kg BB, &#13;
105 mglkg BB, 210 mg/kg BB) meningkatkan introducing dan mounting yang berbeda &#13;
signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol (p &lt; 0,05), dan tidak berbeda &#13;
signifikan dibandingkan eugenol (p &gt; 0,05). Kadar NO sebelum dan sesudah perlakuan &#13;
tidak berbeda signifikan (p &gt; 0,05). &#13;
&#13;
Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa fraksi sisa biji pala dosis 52,5 &#13;
mglkg BB, 105 mg/kg BB dan 210 mg/kg BB berefek meningkatkan perilaku seksual &#13;
yang setara dengan eugenol dosis 30 mg/kg BB tetapi tidak meningkatkan kadar NO &#13;
dalam darah pada mencit Swiss Webster jantan.</note>
 <note type="statement of responsibility">Puradisastra, Sugiarto</note>
 <subject authority="">
  <topic>fraksi sisa biji pala (Myristica fragrans Houtt), </topic>
 </subject>
 <classification>612.61</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>612.61 Pur p/R.13.7</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001100100230</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.13.7)</sublocation>
    <shelfLocator>612.61 Pur p/R.13.7</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>10837</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:44:33</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-07-04 11:14:46</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>