<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="10801">
 <titleInfo>
  <title>Pengaruh Implementasi Kebijakan Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) Terhadap Kemitraan Dalam Pengelolaan Hutan Lestari Pada Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kuningan Di Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Soebiato, Poerwoko</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xxiii,;187 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kerusakan hutan di Kabupaten Kuningan pada dasamya disebabkan karena kemitraan &#13;
dalam pengelolaan hutan lestari (sustainable forest management) antara Perum Perhutani, &#13;
KPH Kuningan dengan Kelompok Masyarakat Tani Hutan (KMTH) belum terwujud &#13;
sebagaimana yang diharapkan. Belum terwujudnya kemitraan ini diduga disebabkan karena &#13;
kebijakan Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) yang mempengaruhi kemitraan &#13;
tersebut belum terimplementasikan dengan baik secara efektif. Berdasarkan kajian teori &#13;
beberapa faktor atau variabel yang mempengaruhi implementasi kebijakan PHBM adalah: &#13;
komunikasi, sumberdaya, disposisi, dan struktur birokrasi. Faktor-faktor ini berinteraksi satu &#13;
sama lain dan secara simultan turut berkontribusi mempengaruhi kemitraan melalui pengaruh &#13;
implementasi kebijakan PHBM terhadap kemitraan dimaksud sebagai output dari &#13;
implementasi kebijakan tersebut; sementara itu terwujudnya suatu kemitraan sangat &#13;
tergantung kepada dimensi: hopelharapan, respect/saling menghormati, trust/kepercayaan, &#13;
dan legiality/legalitas, dimana apabila salah satu dimensi tersebut tidak terbentuk maka &#13;
kemitraan tidak akan pernah terwujud. &#13;
&#13;
Penelitian disertasi ini menggunakan metode kuantitatif dengan objek penelitian &#13;
implementasi kebijakan PHBM dalam kaitannya dengan gangguan keamanan hutan, &#13;
sedangkan subjek penelitian adalah para pegawai Perum Perhutani sebagai responden yang &#13;
berkompetensi dengan pelaksanaan kebijakan PHBM dan masyarakat sebagai informan yang &#13;
terkait dengan pelaksanaan kebijakan PHBM. Adapun teknik analisis yang dipergunakan &#13;
adalah Structural Equastion Modelling (SEM) menggunakan program LISREL (Linear &#13;
Structural Relation) dengan mernposisikan keempat faktor kritis sebagai sub variabel atau &#13;
variable manifest dari variabel implementasi kebijakan PHBM. &#13;
&#13;
Hasil penelitian disertasi menunjukkan bahwa pada umumnya persepsi responden dari &#13;
pelaksana (implementor) kebijakan PHBM menyatakan bahwa sub variabel disposisi &#13;
mempunyai kontribusi tertinggidalam pengaruh implernentasi kebijakan PHBM terhadap &#13;
terwujudnya kemitraan, dan seterusnya berturut-turut struktur birokrasi, sumberdaya, dan &#13;
terakhir sub variabel komunikasi yang terendah. Dari aspek kemitraan, dimensi yang tertinggi &#13;
adalah dimensi respect/saling menghormati, dan seterusnya berturut-turut dimensi &#13;
legality/legalitas, dimensi trust/kepercayaan dan terakhir yang terendah adalah dimensi &#13;
hope/harapan. Melalui keempat sub variabel tersebut ternyata meskipun siginfikan namun &#13;
kemampuan implementasi kebijakan PHBM tidak cukup kuat mempengaruhi terwujudnya &#13;
kemitraan karena adanya faktor-faktor lain yang turut mempengaruhi terwujudnya kemitraan &#13;
diantaranya adalah faktor koordinasi di samping faktor-faktor lainnya seperti budaya, &#13;
kepribadian dan lingkungan. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Soebiato, Poerwoko</note>
 <subject authority="">
  <topic>pengaruh, kebijakan, implementasi, PHBM, dan partn</topic>
 </subject>
 <classification>364.92</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>364.92 Sub p/R.17.500</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001100100209</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.500)</sublocation>
    <shelfLocator>364.92 Sub p/R.17.500</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>10801</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:44:33</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-08-25 08:15:39</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>