Detail Cantuman

Image of Pemeriksaan Mycobacterium Leprae Particle Agglutination (MLPA) pada Serum Penderita Kusta di Bandingkan dengan Narakontak di RS Dr.Hasan Sadikin Bandung

 

Pemeriksaan Mycobacterium Leprae Particle Agglutination (MLPA) pada Serum Penderita Kusta di Bandingkan dengan Narakontak di RS Dr.Hasan Sadikin Bandung


Deteksi kusta berdasarkan pemeriksaan klinis, bakteriologis dan
histopatologis seringkali hanya dapat dilakukan pada saat telah terjadi ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001050700011616.99 Nur p/R.13.20Perpustakaan Pusat (REF.13.20)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    616.99 Nur p/R.13.20
    Penerbit magister kedokteran spesialis : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvi,;82 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    616.99
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Deteksi kusta berdasarkan pemeriksaan klinis, bakteriologis dan
    histopatologis seringkali hanya dapat dilakukan pada saat telah terjadi kelainan
    . dan kerusakan saraf. Suatu metode diagnostik yang dapat mengidentifikasi
    ksi sebelum timbulnya gejala merupakan hal yang penting, karena dapat
    empercepat pengobatan sehingga mengurangi kemungkinan timbulnya
    eeacatan dan menurunkan risiko penularan.

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar IgM anti-phenolic
    glycolipid-I (PGL-I) dengan pemeriksaan Mycobacterium leprae particle
    agglutination (MLP A) pada penderita kusta dan narakontaknya, serta untuk
    mengetahui adanya infeksi subklinis dengan menilai persentase narakontak yang
    seropositif

    Penelitian ini merupakan studi observasional analitik secara cross

    eaional dengan sampel serum yang berasal dari 27 orang penderita kusta (baik
    yang sedang atau belum mendapat pengobatan) di Poliklinik Rawat Jalan Bagian
    IImu Kesehatan Ku1it dan Kelamin RS Or. Hasan Sadikin Bandung dan 29 orang
    narakontak tanpa gejala dan tanda kusta. Pcmilihan subjck pcnclitian dilakukan
    secara acak antrian (consecutive admission). Penelitian berlangsung dari bulan
    Desember 2004 sampai dengan Januari 2005. Pemeriksaan MLPA dilakukan di
    Laboratorium Tropical Disease Center (TDC) Surabaya. Perbedaan kadar IgM
    anti-PGL-I pada penderita kusta dan narakontaknya ditentukan dengan uji chi
    kuadrat.

    Hasil pemeriksaan MLP A menunj ukkan positivitas pada 61,9% (13/21)
    Usus multibasiler (MS), 16,7% (1/6) kasus pausibasiler (PB), 21,7% (5/23)
    narakontak kasus MB, dan 0% pada narakontak kasus PB. Kadar IgM anti-PGL-I
    . pada kelompok penderita lebih tinggi dibandingkan dengan narakontak dan secara
    statistik perbedaan ini berrnakna (p= 0,014). lnfeksi subklinis ditemukan pada
    17,2% (5/29) narakontak.

    Kesimpulan penelitian ini adalah kadar IgM anti-PGL-I pad a penderita
    kusta lebih tinggi dibandingkan dengan narakontak dan dengan pemeriksaan
    MLPA dapat ditemukan infeksi subklinis pada 17,2% (5/29) narakontak.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi