<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="10791">
 <titleInfo>
  <title>Seroprevalensi Imunoglobulin G anti Herpes Simplex Virus Type 1 dan type 2 pada Wanita Penjaja Seks di Saritem Bandung</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fenny, Liem</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>magister kedokteran spesialis</publisher>
   <dateIssued>2005</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xix,;144 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Prevalensi herpes genitalis dilaporkan meningkat pesat di berbagai negara di &#13;
dunia selama dua dekade terakhir. Penyakit ini merupakan masalah kesehatan &#13;
masyarakat yang penting karena sebagian besar kasus bersifat asimtomatik, &#13;
morbiditas dan angka rekurensinya yang tinggi, serta menimbulkan dampak &#13;
psikososial bagi penderitanya. Data mengenai prevalensi infeksi herpes simplex virus &#13;
(HSV) di Indonesia masih terbatas. Pemeriksaan serologik bermanfat untuk &#13;
mengetahui prevalensi infeksi HSV pada suatu populasi karena dapat mendeteksi &#13;
penderita asimtomatik. Identifikasi infeksi HSV pada kelompok risiko tinggi sangat &#13;
penting dalam upaya pengendalian penyakit ini, tennasuk mencegah transmisi virus &#13;
secara seksual dan perinatal, serta menurunkan risiko transmisi infeksi human &#13;
immunodeficiency virus (HIV). &#13;
&#13;
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui seroprevalensi imunoglobulin G &#13;
(IgG) anti herpes simplex virus type J (HSV-1) dan anti herpes simplex virus type 2 &#13;
(HSV-2) pada wanita penjaja seks (WPS) serta mengetahui karakteristik &#13;
sosiodemografik dan perilaku seksual yang terdapat pada populasi ini. &#13;
&#13;
Penelitian dilakukan terhadap WPS di Saritem Bandung dari tanggal 19 Juli &#13;
sampai dengan 29 Agustus 2005. Rancangan penelitian yang digunakan adalah survei &#13;
po tong lintang dengan analisis deskriptif. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi &#13;
dipilih secara random sampai didapatkan 98 orang. Penelitian meliputi wawancara &#13;
untuk pengisian kuesioner, pemeriksaan venereologik, dan pemeriksaan laboratorium &#13;
untuk mendeteksi IgG anti HSV-1 dan IgG anti HSV-2 dengan metode enzyme-linked &#13;
immunosorbent assay (ELISA). Pada penelitian ini digunakan Human ELJSA JgG &#13;
antibody test for HSV-J and HSV-2®. Data karakteristik sosiodemografik dan perilaku &#13;
seksual subjek penelitian disajikan secara deskriptif. &#13;
&#13;
Basil penelitian terhadap 98 WPS menunjukkan seroprevalensi IgG anti &#13;
HSV-l sebesar 97,96% dan seroprevalensi IgG anti HSV-2 sebesar 97,96%. Status &#13;
seropositif IgG anti HSV-1 dan anti HSV-2 dimiliki oleh 96,94% subjek penelitian; &#13;
1,02% subjek memiliki status seropositif IgG anti HSV-1 saja; 1,02% subjek &#13;
memiliki status seropositif IgG anti HSV-2 saja; dan 1,02% subjek memiliki status &#13;
seronegatif terhadap kedua virus tersebut. &#13;
&#13;
Karakteristik sosiodemografik subjek penelitian adalah sebagai berikut, &#13;
kelompok usia terbanyak antara 20-24 tahun (52,0%), usia termuda 16 tahun, usia &#13;
tertua 31 tahun, dan usia rata-rata 21,1 tahun; latar belakang pendidikan terbanyak &#13;
setingkat SD (63,3%); status marital terbanyakjanda (60,2%); Indramayu merupakan &#13;
daerah asal terbanyak (48,0%); 48,0% subjek penelitian memiliki pendapatan rata­ &#13;
rata lebih dari Rp. 100.000,00 sampai Rp. 200.000,00 dalam satu hari. &#13;
&#13;
Karakteristik perilaku seksual subjek penelitian didapatkan bahwa usia &#13;
termuda saat pertama kali berhubungan seksual adalah 12 tahun; 67,4% subjek &#13;
penelitian pertama kali berhubungan seksual pada usia 12-17 tahun. Menjadi WPS &#13;
merupakan pekerjaan utama semua subjek penelitian dengan alasan utama kesulitan &#13;
ekonomi. Jumlah tamu lebih dari 3 orang dalam satu hari diakui oleh 78,6% subjek &#13;
&#13;
111 &#13;
&#13;
IV &#13;
&#13;
penelitian; 91,9% subjek melakukan hubungan seksual secara kelamin-kelarnin dan &#13;
mulut-ke1amin. Penggunaan kondom oleh tamu pada rata-rata 25% hubungan seksual &#13;
diakui 51,0% subjek penelitian dengan alasan utama tamu menolak menggunakan &#13;
kondom. &#13;
&#13;
Kesimpulan penelitian ini adalah didapatkan angka seroprevalensi IgG anti &#13;
HSV-1 dan IgG anti HSV-2 yang sangat tinggi pada populasi WPS di Saritem</note>
 <note type="statement of responsibility">Fenny, Liem</note>
 <subject authority="">
  <topic>Seroprevalensi, infeksi HSV -1 dan HSV -2, wanita </topic>
 </subject>
 <classification>616.95</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>616.95 Fen a/R.13.17</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0100100700010</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.13.17)</sublocation>
    <shelfLocator>616.95 Fen a/R.13.17</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>10791</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:44:33</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-07-04 10:37:50</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>