Detail Cantuman

Image of Seroprevalensi Sefilis Pada Wanita Penjaja Seks di Saritem Bandung

 

Seroprevalensi Sefilis Pada Wanita Penjaja Seks di Saritem Bandung


Penyakit sifilis merupakan masalah di berbagai belahan dunia, karena
apabila tidak diobati dapat menimbulkan berbagai komplikasi, juga ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001050700009616.95 War s/R.13.18Perpustakaan Pusat (REF.13.18)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    616.95 War s/R.13.18
    Penerbit magister kedokteran spesialis : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xv,;149 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    616.95
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penyakit sifilis merupakan masalah di berbagai belahan dunia, karena
    apabila tidak diobati dapat menimbulkan berbagai komplikasi, juga memudahkan
    penularan human immunodeficiency virus (HIV). Penapisan sifilis perlu dilakukan
    pada wanita penjaja seks, karena kelompok ini merupakan kelompok risiko tinggi
    untuk mendapat infeksi menular seksual termasuk sifilis.

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seroprevalensi sifilis pada
    wanita penjaja seks di Saritem Bandung dan untuk mengidentifikasi karakteristik
    maupun perilaku seksualnya.

    Penelitian dilakukan dengan survei potong lintang pada wanita penjaja
    seks di Saritem, yang dilaksanakan dari tanggal 19 Juli hingga 26 Agustus 2005.
    Jumlah war.ita penjaja seks yang menjadi subjek penelitian ini adalah 100 orang.
    Semua subjek penelitian diwawancara mengenai karakteristik serta perilaku
    seksual mereka, selanjutnya dilakukan pemeriksaan serologik untuk sifilis.
    Diagnosis sifilis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan serum yang reaktif
    dengan pemeriksaan rapid plasma reagin serta pemeriksaan Treponema pallidum
    haemagglutination assays.

    Hasil penelitian ini menunjukkan seroprevalensi sifilis adalah 10%.

    Sembilan dari 10 orang wanita penjaja seks yang seropositif asimtomatik.
    Karakteristik wanita penjaja seks di Saritem sebagian besar berusia 20-21 tahun,
    berpendidikan rendah, dengan status marital janda cerai, serta berasal dari
    Indramayu. Perilaku seksual subjek penelitian, sebagian besar pertama kali
    berhubungan seksual pada usia 17 tahun, pasangan seksual pertama kali adalah
    suami, berhubungan seksual dengan cara genitogenital dan orogenital, serta
    jumlah tamu perhari 4-6 orang.

    Kesimpulan penelitian ini adalah penapisan sifilis perlu dilakukan pada
    wanita penjaja seks untuk mendeteksi kasus sifilis yang asimtomatik.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi