Detail Cantuman

Image of Desentralisasi fiskal, pertumbuhan ekonomi, dan disparitas pendapatan regional di Indonesia

 

Desentralisasi fiskal, pertumbuhan ekonomi, dan disparitas pendapatan regional di Indonesia


Indonesia telah mengalami perubahan besar dalam pelaksanaan desentralisasi
fiskal sejak Tahun 2001 sebagai bentuk pelaksanaanUl.I 22 Tahun ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001100100160336.359 8 Roc d/12.39Perpustakaan Pusat (REF.12.39)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    336.359 8 Roc d/12.39
    Penerbit Program doktor fakultas ekonomi UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    XVII,;296 HLM,;29 CM
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    336.359 8
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Indonesia telah mengalami perubahan besar dalam pelaksanaan desentralisasi
    fiskal sejak Tahun 2001 sebagai bentuk pelaksanaanUl.I 22 Tahun 1999 dan VU 25
    mun 1999. Penelitian dilakukan untuk mengetahui· pengaruh desentralisasi fiskal
    terbadap pertumbuhan ekonomi dan disparitas pendapatan regional di Indonesia.
    Data penelitian merupakan data panel dari 30 provinsi periode 1994-2007. Analisis
    gresi diJakukan dengan metode REM.

    Alasan ekonomi pelaksanaan desentralisasi fiskal adalah peningkatan efisiensi
    dalam penyediaaan barang publik. Hal ini terjadi karena sistem pemerintahan yang
    terdesentralisasi menciptakan mekanisme seperti pasar (quasi market) yang
    memberikan solusi efisien atau mendekati efisien untuk penyediaan barang publik
    seperti halnya mekanisme pasar memberikan solusi efisien untuk barang privat.

    Hasil penelitian menunjukan bahwa desentralisasi fiskal berpengaruh negatif
    terbadap pertumbuhan ekonomi. Peningkatan derajat desentralisasi pengeluaran
    maupun desentralisasi penerimaan baik ditinjau dari konsep penyerahan tugas
    maupun kewenangan berdampak pada penurunan pertumbuhan ekonomi. Sementara,
    keseimbangan antara desentralisasi pengeluaran dan desentralisasi penerimaan
    berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Pelaksanaan desentralisasi fiskal
    yang semakin seimbang antara desentralisasi pengeluaran dan desentralisasi
    penerimaan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

    Disisi lain, desentralisasi fiskal berpengaruh negatif terhadap disparitas
    pendapatan regional. Semakin tinggi derajat desentralisasi fiskal berdampak pada
    disparitas pendapatan regional yang semakin kecil. Hal ini disebabkan karena dalam
    peJaksanaan desentralisasi fiskal di Indonesia, disertai dengan transfer pemerataan
    (equalizing transfer) yaitu Inpres pada sebelum 2001 dan DAD sejak 2001.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi