Detail Cantuman

Image of Beberapa sifat kimia tanah, serapan P dan hasil jagung (Zea mays, L.) akibat pemberian kompos sampah pasar dan pupuk fosfat pada fluventic eutrudepts

 

Beberapa sifat kimia tanah, serapan P dan hasil jagung (Zea mays, L.) akibat pemberian kompos sampah pasar dan pupuk fosfat pada fluventic eutrudepts


Penelitian telah dilakukan untuk mengetahui cara pembuatan kompos sampah
dengan kualitas terbaik dengan menggunakan jenis-jenis aktivator dan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001100100155631.875 Yus b/R.15.66Perpustakaan Pusat (REF.15.66)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    631.875 Yus b/R.15.66
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv,;155 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    631.875
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian telah dilakukan untuk mengetahui cara pembuatan kompos sampah
    dengan kualitas terbaik dengan menggunakan jenis-jenis aktivator dan waktu
    pengomposan serta untuk mendapatkan dosis optimum pupuk fosfat dan kompos
    untuk tanaman jagung pada Fluventic Eutrudepts. Percobaan dilakukan tiga tahap,
    tahap I percobaan metode pembuatan kompos, tahap II percobaan di rumah kaca dan
    tahap ill percobaan di lapangan dengan tanaman jagung sebagai indikator. Percobaan
    tahap I, n dan III menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial
    dan diulang tiga kali. Percobaan tahap I terdiri dari dua faktor yaitu, jenis aktivator
    (Bio-Triba, Orgadec, M-Bio dan Promi) dan waktu pengomposan (7 hari, 14 hari, dan
    21 hari). Percobaan tahap II terdiri dari dua faktor yaitu dosis pupuk fosfat (0; 24,01
    kg P ha"; 48,03 kg P ha-I dan 72,04 kg P ha") dan dosis kompos (0; 5 t ha-I; 10 t ha",
    15 t ha" dan 20 t ha-I). Percobaan tahap III terdiri dari dua faktor yaitu dengan
    menggunakan persentase dosis optimum pupuk fosfat dan kompos pada tahap Il (0;
    50 %; 100 % dan 150 %) dan kompos (0; 50 %; 100 % dan 150 %).

    Hasil percobaan menunjukkan bahwa waktu pengomposan dapat
    meningkatkan KTK dan N- Total dan menurunkan kadar air, pH, C-Organik dan CIN,
    sedangkan jenis aktivator hanya dapat meningkatkan N- Total kompos. Jenis
    aktivator M-Bio dan waktu pengomposan 21 hari, menghasilkan kompos kualitas
    yang terbaik.

    Pemberian pupuk fosfat dan kompos dapat berpengaruh terhadap kejenuhan
    Al, Al-dd, pH, KTK, Ca-dd, Mg-dd, K-dd, Na-dd, P total, dan P tersedia tanah. P
    total dan P tersedia tanah meningkat masing-masing dari 17,99 menjadi 19,33
    mglOOiI (7,45 %) dan dari 13,46 menjadi 24,54 mg kg-I (82,32 %). Peningkatan P
    total dan P tersedia tanah, berdampak terhadap peningkatan serapan P tanaman dan
    dapat meningkatkan bobot kering tanaman. Dosis optimum pupuk fosfat dan kompos
    yaitu (47,33 kg P ha" atau 602,22 kg SP-18 ha') dan 10,34 t ha", dengan bobot
    kering tanaman maksimum masing-masing yaitu 61,56 g tanaman" dan 63,32 g
    tanaman".

    Pemberian pupuk fosfat dan kompos pada percobaan lapangan juga dapat
    berpengaruh terhadap kejenuhan Al, pH, KTK, Ca-dd, Mg-dd, K-dd, Na-dd, P total,
    dan P tersedia tanah. P total dan P tersedia tanah masing-masing meningkat dari
    23,10 menjadi 73,15 mgl00 g-I (216,67 %) dan dari 3,46 menjadi 11,09 mg kg-I
    (220,52 %). Peningkatan P total dan P tersedia tanah, juga berdampak terhadap
    peningkatan konsentrasi P tanaman dan meningkatkan bobot biji pipilan kering
    jagung. Dosis optimum pupuk fosfat dan kompos yaitu (71,00 kg P ha" atau 903,39
    kg SP-18 ha") dan kompos 10,34 t ha", dengan bobot biji pipilan kering jagung
    maksimum masing-masing yaitu 8,59 t ha" dan 7,89 t ha".
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi