<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="10723">
 <titleInfo>
  <title>Beberapa sifat kimia tanah, serapan P dan hasil jagung (Zea mays, L.) akibat pemberian kompos sampah pasar dan pupuk fosfat pada fluventic eutrudepts</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yusra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xiv,;155 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian telah dilakukan untuk mengetahui cara pembuatan kompos sampah &#13;
dengan kualitas terbaik dengan menggunakan jenis-jenis aktivator dan waktu &#13;
pengomposan serta untuk mendapatkan dosis optimum pupuk fosfat dan kompos &#13;
untuk tanaman jagung pada Fluventic Eutrudepts. Percobaan dilakukan tiga tahap, &#13;
tahap I percobaan metode pembuatan kompos, tahap II percobaan di rumah kaca dan &#13;
tahap ill percobaan di lapangan dengan tanaman jagung sebagai indikator. Percobaan &#13;
tahap I, n dan III menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial &#13;
dan diulang tiga kali. Percobaan tahap I terdiri dari dua faktor yaitu, jenis aktivator &#13;
(Bio-Triba, Orgadec, M-Bio dan Promi) dan waktu pengomposan (7 hari, 14 hari, dan &#13;
21 hari). Percobaan tahap II terdiri dari dua faktor yaitu dosis pupuk fosfat (0; 24,01 &#13;
kg P ha&quot;; 48,03 kg P ha-I dan 72,04 kg P ha&quot;) dan dosis kompos (0; 5 t ha-I; 10 t ha&quot;, &#13;
15 t ha&quot; dan 20 t ha-I). Percobaan tahap III terdiri dari dua faktor yaitu dengan &#13;
menggunakan persentase dosis optimum pupuk fosfat dan kompos pada tahap Il (0; &#13;
50 %; 100 % dan 150 %) dan kompos (0; 50 %; 100 % dan 150 %). &#13;
&#13;
Hasil percobaan menunjukkan bahwa waktu pengomposan dapat &#13;
meningkatkan KTK dan N- Total dan menurunkan kadar air, pH, C-Organik dan CIN, &#13;
sedangkan jenis aktivator hanya dapat meningkatkan N- Total kompos. Jenis &#13;
aktivator M-Bio dan waktu pengomposan 21 hari, menghasilkan kompos kualitas &#13;
yang terbaik. &#13;
&#13;
Pemberian pupuk fosfat dan kompos dapat berpengaruh terhadap kejenuhan &#13;
Al, Al-dd, pH, KTK, Ca-dd, Mg-dd, K-dd, Na-dd, P total, dan P tersedia tanah. P &#13;
total dan P tersedia tanah meningkat masing-masing dari 17,99 menjadi 19,33 &#13;
mglOOiI (7,45 %) dan dari 13,46 menjadi 24,54 mg kg-I (82,32 %). Peningkatan P &#13;
total dan P tersedia tanah, berdampak terhadap peningkatan serapan P tanaman dan &#13;
dapat meningkatkan bobot kering tanaman. Dosis optimum pupuk fosfat dan kompos &#13;
yaitu (47,33 kg P ha&quot; atau 602,22 kg SP-18 ha') dan 10,34 t ha&quot;, dengan bobot &#13;
kering tanaman maksimum masing-masing yaitu 61,56 g tanaman&quot; dan 63,32 g &#13;
tanaman&quot;. &#13;
&#13;
Pemberian pupuk fosfat dan kompos pada percobaan lapangan juga dapat &#13;
berpengaruh terhadap kejenuhan Al, pH, KTK, Ca-dd, Mg-dd, K-dd, Na-dd, P total, &#13;
dan P tersedia tanah. P total dan P tersedia tanah masing-masing meningkat dari &#13;
23,10 menjadi 73,15 mgl00 g-I (216,67 %) dan dari 3,46 menjadi 11,09 mg kg-I &#13;
(220,52 %). Peningkatan P total dan P tersedia tanah, juga berdampak terhadap &#13;
peningkatan konsentrasi P tanaman dan meningkatkan bobot biji pipilan kering &#13;
jagung. Dosis optimum pupuk fosfat dan kompos yaitu (71,00 kg P ha&quot; atau 903,39 &#13;
kg SP-18 ha&quot;) dan kompos 10,34 t ha&quot;, dengan bobot biji pipilan kering jagung &#13;
maksimum masing-masing yaitu 8,59 t ha&quot; dan 7,89 t ha&quot;. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Yusra</note>
 <subject authority="">
  <topic>Hasil percobaan menunjukkan bahwa waktu pengomposa</topic>
 </subject>
 <classification>631.875</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>631.875 Yus b/R.15.66</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001100100155</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.15.66)</sublocation>
    <shelfLocator>631.875 Yus b/R.15.66</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>10723</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:44:33</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-08-31 10:32:25</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>