Penentuan Kinerja Reaktor Fotokatalisis untuk Degradasi Limbah Industri Pelapisan Logam
Proses fotokatalisis bergantung pada konfigurasi reaktor dan jenis katalis. Oleh
karena itu, dalam penelitian ini dirancang reaktor bentuk ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001100700044 660.299 5 Des p Perpustakaan Pusat (REF.14.187) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 660.299 5 Des p/R.14.187Penerbit Magister Statistika Terapan : Bandung., 2010 Deskripsi Fisik xv, 78 hlm. ; il. ; 29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 660.299 5Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Destiarti, Lia -
Proses fotokatalisis bergantung pada konfigurasi reaktor dan jenis katalis. Oleh
karena itu, dalam penelitian ini dirancang reaktor bentuk tabung menggunakan
kuarsa sebagai tabung sampel untuk meningkatkan proses fotokatalisis. Titanium
dioksida (Ti02) dalam bentuk suspensi adalah fotokatalis umum yang telah
digunakan. Bentuk suspensi dapat membuat larutan keruh dan berperan dalam
menghambat transmisi ultra violet (UV), sehingga dalam penelitian ini Ti02
diimobilisasi pada silika gel (Si02) (Ti02-Si02). Reaktor yang dirancang
diaplikasikan untuk mendegradasi fenol, linear alkylbenzene sulfonate (LAS), dan
Cr(VI), limbah beracun industri pelapisan logam, yang berbahaya bagi manusia
dan makhluk hidup.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja reaktor fotokatalisis dalam
mendegradasi fenol, LAS, dan Cr(VI) dengan cara menentukan konsentrasi si sa
dari proses fotokatalisis masing-masing dan campuran ketiganya. Penentuan fenol
dan LAS dilakukan dengan metode Standar Nasional Indonesia serta Cr(VI)
dengan metode kolorimetri, menggunakan spektofotometer UV-Visible.
Uji aktivitas terhadap fenol untuk mode katalis, suspensi dan imobilisasi
menunjukkan persen degradasi 1,87% (Si02100%), 10,09% (Ti02-Si02 0,8%blb),
10,68% (Ti02-Si02 1,6 bib), 11,71% (Ti02-Si02 2,4%b/b), 36,45% (Ti02 100%).
Katalis Ti02-Si02 2,4% lebih aktif dibandingkan komposisi imobilisasi katalis
lainnya. Struktur dan morfologi Ti02-Si02 2,4% dikarakterisasi dengan X-ray
diffraction dan scanning electron microscope.
Parameter analitik dari metode aminoantipirin yang digunakan untuk
menentukan fenol adalah kecermatan 0,17-0,47% dan ketepatan 3,18-16,33%
pada konsentrasi 2,05-5,12 mg/L, batas deteksi 0,04 mg/L, serta rentang linieritas
0,04-5,12 mg/L. Metode methylene blue active substances yang digunakan untuk
menentukan LAS memberikan hasil kecermatan 0,00-0,36% dan ketepatan
0,78-13,75% pada konsentrasi 0,40-2,00 mgIL, batas deteksi 0,24 mg/L, serta
rentang linieritas 0,24-2,00 mg/L. Metode kolorimetri yang digunakan untuk
menentukan Cr(VI) memberikan hasil kecermatan 0,00-0,24% dan ketepatan
2,00-8,00% pada konsentrasi 10,00-60,00 mg/L, batas deteksi 5,78 mg/L, serta
rentang linieritas 5,78-60,00 mg/L.
Pada proses fotokatalisis selama delapan jam dengan katalis Ti02-Si02
2,4%b/b, degradasi fenol sebagai senyawa tunggal yaitu 18,92% dan sebagai
campuran dengan LAS dan Cr(VI) yaitu 9,26%, sedangkan degradasi LAS
sebagai senyawa tunggal memberikan hasiI51,55% dan sebagai campuran dengan
fenol dan Cr(VI) 12,50%. Katalis Ti02-Si02 tidak dapat digunakan untuk
mereduksi Cr(VI).
Selanjutnya, reaktor yang dirancang dapat digunakan sebagai alat analisis
menggunakan sensor karbondioksida dan konduktometer untuk analisis hasil
reaksi. Hasil pengukuran akan dikonversikan pada konsentrasi awal analit.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






