Etnofarmakognosi Daun Jawer Kotok Plectranthus scutellaroides R.Br. Sebagai Anti Radang Komunitas Tatar Sunda
ABSTRAK
Telah dilakukan survai etnofarmakognosi tumbuhan anti-inflamasi yang
digunakan komunitas Tatar Sunda dengan teknik ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001100100141 615.321 Muk e/R14.60 Perpustakaan Pusat (REF.14.60) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 615.321 Muk e/R14.60Penerbit Program Pasca Sarjana : Bandung., 2010 Deskripsi Fisik xx,;142 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 615.321Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Moektiwardoyo, Moelyono -
ABSTRAK
Telah dilakukan survai etnofarmakognosi tumbuhan anti-inflamasi yang
digunakan komunitas Tatar Sunda dengan teknik wawancara berdasarkan metode
Participatory Rural Appraisal. Jumlah responden yang diwawancara dipilih 100
orang, tanpa memperhatikan gender, tetapi berusia di atas 50 tahun. Hasil survey
mendapatkan 68 jenis tumbuhan, diantaranya jawer kotok (Plectranthus
scutellaroides (L. )R.Br.).
Pengujian aktivitas anti-inflamasi pada hewan percobaan tikus putih jantan
(Ratus norwegicus) galur Wistar, dengan metode induksi inflamasi oleh karagenan
menunjukkan bahwa daun jawer kotok mempunyai aktivitas menghambat radang.
Pengujian anti-inflamasi dilakukan terhadap ekstrak etanol, dan fraksi-fraksi n
heksan, etil-asetat, serta fraksi air. Fraksi air menunjukkan aktivitas tertinggi
dibanding fraksi-fraksi lain. Pemisahan senyawa kimia dalam fraksi air dilakukan
dengan kromatografi kolom dipercepat dan kromatografi lapis tipis. Isolasi dengan
kromatografi lapis tipis preparatif menghasilkan senyawa FP-I yang amorf dan
berwarna kuning. Analisis spektrofotometri ultraviolet, inframerah, dan IH-RMI
serta 13C_RMI menunjukkan bahwa senyawa FP-I adalah kuersetin. Dalam minyak
atsiri teridentifikasi 49 komponen dengan metode Kromatografi Gas-Spektrometri
Massa. Kandungan komponen minyak atsiri kadar tertinggi teridentifikasi sebagai
fitol, diikuti germakren.
Senyawa-senyawa yang teridentifikasi bukan senyawa-senyawa barn, namun
sebelumnya belum pernah dilaporkan keberadaanya dalam daunjawer kotok.
Hasil penelitian membenarkan hipotesis bahwa pengetahuan
etnofarmakognosi dapat menjadi dasar bagi pengembangan sediaan farmasetika
herbal dan penemuan obat barn.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






