Detail Cantuman

Image of Identifikasi Jamur Penyebab Tinea Pedis Pada Anggota Militer Yang Sedang Mengikuti Latihan Komando Di Suatu Pusat Pendidikan Militer Di Bandung

 

Identifikasi Jamur Penyebab Tinea Pedis Pada Anggota Militer Yang Sedang Mengikuti Latihan Komando Di Suatu Pusat Pendidikan Militer Di Bandung


Tinea pedis saat ini diperkirakan akan menjadi dermatofitosis yang paling
sering ditemukan di dunia. Insidensi tinea pedis meningkat sejak ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001030700005616.57 Lam i/R.13.16Perpustakaan Pusat (REF.13.16)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    616.57 Lam i/R.13.16
    Penerbit magister kedokteran spesialis : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv,;69 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    616.57
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Tinea pedis saat ini diperkirakan akan menjadi dermatofitosis yang paling
    sering ditemukan di dunia. Insidensi tinea pedis meningkat sejak akhir abad ke-19
    yang berhubungan dengan perpindahan penduduk dan pasukan tentara selama perang
    dunia kedua.

    Faktor predisposisi terjadinya tinea pedis adalah temperatur dan kelembaban
    yang tinggi pada sela jari kaki yang diinduksi oleh pemakaian sepatu dan kaos kaki
    yang lama sehingga memberikan kesempatan pertumbuhan jamur. Hal ini biasanya
    banyak ditemukan pada tentara.

    Akhir-akhir ini telah dilaporkan kasus-kasus tinea pedis yang selain
    disebabkan oleh jamur golongan dermatofita, juga dapat disebabkan oleh golongan
    jamur nondermatofita.

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jamur penyebab tinea
    pedis pada anggota militer yang mengikuti pendidikan kualifikasi khusus komando di
    salah satu Pusat Pendidikan Militer di Bandung.

    Dilakukan penelitian dengan rancangan studi deskriptif dengan subyek
    penelitian sebanyak 100 anggota militer yang dipilih secara acak dari 165 anggota
    peserta pendidikan dan secara klinis didiagnosis menderita tinea pedis. Selanjutnya
    dilakukan pemeriksaan sediaan langsung dengan larutan KOH 20 % dan kultur jamur
    dari kerokan lesi penderita.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia rata-rata penderita adalah 22,1
    tahun, rentang usia 20-27 tahun, dengan tingkat pendidikan terutama adalah SLA
    yaitu sebanyak 92 penderita. Semua penderita memakai sepatu rata-rata selama 17
    jam sehari, mengganti kaos kaki terutama rata-rata 2 hari sekali pada 67 penderita
    (67 %).

  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi