Detail Cantuman

Image of JARINGAN ADVOKASI TRANSNASIONAL DALAM PENYELAMATAN SUNGAI CITARUM JAWA BARAT

 

JARINGAN ADVOKASI TRANSNASIONAL DALAM PENYELAMATAN SUNGAI CITARUM JAWA BARAT


Sungai Citarum telah menjadi perhatian intemasional karena masalah pencemaran
yang sangat berat. Sungai Citarum pun kemudian tak luput ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007544327 Pri j/R.17.100Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    327 Pri j/R.17.100
    Penerbit Magister Ilmu Sosial Dan Politik : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv,;148 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    327
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    2015
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Tesis
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Sungai Citarum telah menjadi perhatian intemasional karena masalah pencemaran
    yang sangat berat. Sungai Citarum pun kemudian tak luput dinobatkan sebagai sungai
    terkotor di dunia. Pencemaran Sungai Citarum berada pada tataran isu keamanan
    lingkungan. Tingkat pencemaran sungai yang sudah pada level kritis telah
    mengancam keberadaan manusia. Kasus tersebut kemudian mengundang respon dari
    banyak pihak yaitu aktor lokal dan intemasional. Kumpulan aktor ini saling
    bekerjasama dan membentuk sebuah jaringan yang disebut sebagai Transnational
    Advocacy Networks. Guna memperkuat dukungan, mereka bergerak dalam
    mekanisme TAN sebagai usaha persuasi dan sosialisasi. Mereka melakukan empat
    strategi yaitu: information politics, symbolic politics, leverage politics, dan
    accountability politics. Strategi dan kinerja yang dilakukan TAN ini kemudian
    menciptakan Boomerang Pattern yang semakin menambah tekanan dan perhatian
    dari dunia intemasional terhadap Indonesia yang notabene memiliki Sungai Citarum.
    Sistematika yang dikerjakan oleh TAN ini, kemudian diharapkan menghasilkan
    hubungan timbal balik melalui indikator keberhasilan TAN dalam melakukan
    penyelamatan Sungai Citarum. Indikator-indikator tersebut dilihat dari seberapa besar
    TAN dapat memberikan pengaruhnya melalui lima hal, yaitu: (1) Pembuatan agenda
    dan isu; (2) Mempengaruhi po si si negara dan organisasi intemasional; (3)
    Mempengaruhi prosedur perubahan; (4) Mempengaruhi perubahan kebijakan aktor
    target; (5) Mempengaruhi perilaku negara. Sehingga, diantara kelima pengaruh TAN
    tersebut, pengelolaan terhadap pencemaran sungai Citarum akan lebih akurat, cepat,
    efektif, dan efesien seperti yang diharapkan banyak pihak. Penelitian yang digunakan
    dalam tulisan ini adalah metode penelitian sosial kualitatif. Transnational Advocacy
    Network dalam penyelamatan Sungai Citarum ini dilakukan oleh banyak aktor dari
    berbagai kalangan seperti NGO lokal, NGO Intemasional, Media, Akademisi dan
    Ahli serta Lembaga Penelitian Independen dalam dan luar negeri. Strategi-strategi
    yang dilakukan, kemudian menghasilkan beberapa pengaruh yaitu: dalam
    mempengaruhi pembuatan agenda dan isu, TAN mampu membuat isu naik ke tataran
    yang lebih tinggi; dalam mempengaruhi posisi negara dan organisasi intemasional,
    TAN terlibat secara tidak langsung terhadap ratifikasi Konvensi Stockholm melalui
    organisasi induk Greenpeace Intemasional; dalam mempengaruhi perubahan prosedur
    dan kebijakan aktor target, TAN berhasil mempengaruhi pemerintah untuk
    memperbaharui prosedur yang telah ada; dalam mempengaruhi perilaku negara, TAN
    berhasil memotivasi Pemerintah agar program yang ada tidak hanya sekedar program
    tapi berupa aksi nyata
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi