PERENCANAAN ANGGARAN PENDIDIKAN DASAR DI KOTA BANDUNG
Masalah utama penelitian ini adalah masih rendahny a kualitas perencanaan
unggaran pendidikan dasar. yang diduga berdampak pada kualitas ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 010030007538 351 Agu p/R.17.116 Perpustakaan Pusat Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 351 Agu p/R.17.116Penerbit Magister Ilmu Sosial Dan Politik : Bandung., 2014 Deskripsi Fisik v,; 105 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 351Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi 2014Subyek Info Detil Spesifik TesisPernyataan Tanggungjawab Agus Riswandi -
Masalah utama penelitian ini adalah masih rendahny a kualitas perencanaan
unggaran pendidikan dasar. yang diduga berdampak pada kualitas penyelenggaraan
pendidikan dasar yang juga rendah di Kota Bandung. mulai dari ketidak rnerataan
kesernpatan, rendahnya relevansi hasil lulusan clan manaiemcn pcnyelenggaraan yang
!ll~:~,' .. rendah.
Penelitian ini menggunakan mctodologi penelitian kualitatif dengan strategi
.. ' l).urasi, deskripsi dan eksplanasi, yang dilakukan clengan tcknik pengumpulan data
melalui wawancara dan studi dokumentasi. Wawancara dilakukan pada informan dari
pelaku perencanaan anggaran di Dinas Pcndidikan. Pernerintah Kota clan DPRD Kota
Bandung serta LSM dan Pengamat Kebijakan dan Anggaran Puhlik .
. Dengan rnengacu pada teori perencanaan anggaran dari Lee dkk (2013)
pcnelitian ini menyimpulkan bahwa perencanaan allggaran pendidikan dasar di Kota
Bandung secara keseluruhan, pada aspek penentuan tanggung jawab, pelaksanaan
oleh Tim Penyusun Anggaran, pelibatan DPRD dan tahapan-tahapan perencanaan
anggaran telah sesuai ketentuan perundangan yang diharuskan. Namun, adauya fakta
yang menunjukan 96% anggaran pendidikan dasar di Kota Bandung teralokasi pada
bersifat fisik. peneliti menemukan bahwa perencanaan anggaran pendidikan dasar
Kola Bandung masih memiliki kelernahan. yaitu: (I) belum adunva kornitmen clan
kesungguhan dari perencana anggaran; (2) politik anggaran yang dipegang DPRD
masih belum sepenuhnya berjalan: (3) peranan kelorupok masyarakat seperti Dewan
Pendidikan Kota maupun Kornite Sekolah belum marnpu sebagai mitra dalam
mengawal Manajemen Sekolah Berbasis Mutu: (4) partisipasi publik dalam
perencanaan anggaraan masih bersifat sernu. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






