Detail Cantuman

Image of PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RSUD DR SLAMET KABUPATEN GARUT SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN INTERVENSI RELAKSASI DZIKIR

 

PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RSUD DR SLAMET KABUPATEN GARUT SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN INTERVENSI RELAKSASI DZIKIR


Salah satu permasalahan psikologis yang paling sering ditemukan pada
pasien gagal ginja\ kronis yang menjalani hemodialisa yaitu kecemasan. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001150700114610.73 Pat p/R.22.168Perpustakaan Pusat (REF.168)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610.73 Pat p/R.22.168
    Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv, 82 hlm. ; il. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610.73 Pat p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Salah satu permasalahan psikologis yang paling sering ditemukan pada
    pasien gagal ginja\ kronis yang menjalani hemodialisa yaitu kecemasan.
    Kecemasan yang tidak diatasi dapat mengakibatkan dampak negati f terhadap
    kondisi fisiologis dan psikologis yang dapat memperparah kondisi penyakit.
    Salah satu intervensi nonfarmakologis untuk mengurangi kecemasan, yaitu
    dengan teknik relaksasi. Teknik relaksasi yang digunakan dalam penelitian ini
    adalah relaksasi dzikir, yaitu suatu metode yang memadukan antara relaksasi dan
    dzikir dengan fokus latihan pada relaksasi dan kata yang terkandung di dalam
    dzikir. Timbulnya respons relaksasi diharapkan mampu menurunkan tingkat
    kecemasan pasien GGK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur perbedaan
    tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi relaksasi dzikir terhadap
    pasien GGK yang menjalani hemodialisa di RSUD dr. Slamet Garut.

    Metode penelitian menggunakan pre experiment one group pre and posttest
    design dengan jumlah sampel 17 responden yang diambil berdasarkan teknik
    Purposive Sampling. Penelitian ini mengukur skor kecemasan menggunakan
    instrument HAM-A (Hamilton Anxiety) sebelum dan sesudah intervensi relaksasi
    dzikir. Relaksasi dzikir dilaksanakan dua kali dalam sehari selama 2 hari,
    selanjutnya data dianalisis menggunakan uji t.

    Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan yang bermakna antara
    tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi (p
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi