Detail Cantuman

Image of PENGETAHUAN DAN PERSEPSI PETANI TENTANG LAYANAN EKOSISTEM DARI SERANGGA PENYERBUK DI LANSKAP PERTANIAN JAWA BARAT

 

PENGETAHUAN DAN PERSEPSI PETANI TENTANG LAYANAN EKOSISTEM DARI SERANGGA PENYERBUK DI LANSKAP PERTANIAN JAWA BARAT


Pertumbuhan populasi manusia merupakan tantangan terbesar terkait
pemenuhan kebutuhan global akan pangan. Keberadaan serangga penyerbuk

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001150700185333.7 Ram p/R.25.119Perpustakaan Pusat (REF.119)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    333.7 Ram p
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiii,;123 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    333.7 Ram p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pertumbuhan populasi manusia merupakan tantangan terbesar terkait
    pemenuhan kebutuhan global akan pangan. Keberadaan serangga penyerbuk
    merupakan salah satu komponen penting dalam produktivitas pertanian karena
    hampir 35% tanaman pertanian bergantung layanan penyerbukan. Akan tetapi,
    pengetahuan petani mengenai serangga penyerbuk belum terdokumentasikan,
    khususnya di Indonesia. Sehingga dalam upaya merencanakan pengelolaan
    lanskap pertanian yang berkelanjutan harus diketahui pengetahuan dan persepsi
    petani terhadap serangga penyerbuk dan layanan penyerbukan yang
    disediakannya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengetahuan dan
    persepsi petani mengenai layanan ekosistem dari serangga penyerbuk serta faktor­
    faktor yang mempengaruhinya.

    Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode campuran. Metode
    kuantitatif digunakan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi
    pengetahuan dan persepsi petani yaitu karakteristik sosioekomoni, interaksi antara
    petani dan lingkungan dan pengetahuan petani akan serangga penyerbuk itu
    sendiri. Data kuantitatif diperoleh dengan menggunakan instrumen kuesioner.
    Metode kualitatif digunakan untuk menjelaskan proses pemanfaatan madu oleh
    petani.

    Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan petani terhadap jenis serangga
    penyebuk relatif tinggi yaitu lebih dari 75% mengetahui lebih dari empat jenis
    serangga penyerbuk, akan tetapi pengetahuan akan peranan serangga penyerbuk
    terse but relatif rendah yaitu hanya 37% dari total responden. Persepsi terhadap
    keberadaan serangga penyerbukmenunjukan 50% responden merasa keberadaan
    serangga penyerbuk semakin menurun, sedangkan manfaat layanan yang
    diberikan serangga penyerbuk hanya dirasakan oleh kurang dari 30% responden,
    akan tetapi 50% responden menyatakan perlunya upaya konservasi serangga
    penyerbuk tersebut. Hasil uji statistika menunjukkan terdapat korelasi yang kuat
    antara pengetahuan akan peranan serangga penyerbuk dengan persepsi petani akan
    manfaat penyerbukan. Selain itu, terdapat pula korelasi yang cukup kuat antara
    faktor pendidikan formal, pengetahuan akan jenis serangga penyerbuk serta alasan
    serangga penyerbuk menghinggapi bunga dengan persepsi petani tentang upaya
    konservasi serangga penyerbuk.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi