Detail Cantuman

Image of PERANCANGAN DAN UJI COBA MODUL STORYTELLING UNTUK MENGURANGI RASA TAKUT PADA KORBAN BULLYING SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) X

 

PERANCANGAN DAN UJI COBA MODUL STORYTELLING UNTUK MENGURANGI RASA TAKUT PADA KORBAN BULLYING SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) X


ANISA ISMI NABILA. Perancangan dan Uji Coba Modul Storytelling untuk
Mengurangi Rasa Takut pad a Korban Bullying Siswa Sekolah Menengah

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001150700194155.5 nab p/R.19.93Perpustakaan Pusat (REF.19.93)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    155.5 nab p/R.19.93
    Penerbit Magister Psikologi : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvi, 160 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    155.5 nab p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ANISA ISMI NABILA. Perancangan dan Uji Coba Modul Storytelling untuk
    Mengurangi Rasa Takut pad a Korban Bullying Siswa Sekolah Menengah
    Pertama (SMP) X.

    Pembimbing: Dr. Rismijati E. Koesma dan Esti Wungu, S.Psi., M.Ed.

    Penelitian ini dilakukan berdasarkan fenomena bullying pada remaja SMP.

    Perlakuan bullying menimbulkan rasa takut bagi korban akibat ketidakseimbangan
    power. Rasa takut memunculkan pikiran yang menyimpang/irasional (cognitive
    distorsion) sehingga membuat korban merasa tidak nyaman, bersembunyi, dan
    menghindari pelaku (Beck, Rush, Shaw, & Emery, 1979; J. Beck, 1995). Metode
    storytelling digunakan untuk mengurangi rasa takut dengan prinsip penalaran
    analogi. Melalui cerita, anak melakukan eksplorasi dengan membandingkan rasa
    takut antara tokoh dalam cerita dengan rasa takut dirinya.

    Tujuan dari penelitian ini adalah menyusun dan mengujicobakan modul
    storytelling untuk mengurangi rasa takut melalui perubahan cara berpikir korban
    bullying siswa SMP. Teori storytelling mengacu pada Bums (2003) dan Eck (2006)
    sedangkan teori rasa takut mengacu pad a Lang (1968) dan Cone (1978). Penelitian
    ini merupakan eksperimen kuasi dengan metode one group pretest-posttest design.
    Subjek penelitian yaitu 2 siswa korban bullying yang mengalami rasa takut sedang
    dan tinggi. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala rasa takut berdasar
    konsep Barlow (1988) & Lang (1968) yang diberikan kepada subjek sebelum dan
    setelah diberikan intervensi.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kategori rasa takut
    antara sebelum dan setelah diberikan intervensi. Hal ini menunjukkan bahwa modul
    storytelling dapat digunakan untuk mengurangi rasa takut yang dialami oleh korban
    bullying. Metode yang dilakukan secara bertahap membantu anak untuk
    mengidentifikasi dan membandingkan rasa takut antara tokoh dalam cerita dengan
    dirinya. Perubahan rasa takut terjadi ketika anak meniru atau menerapkan apa yang
    dialami oleh tokoh dalam cerita ke dalam dirinya. Anak memperoleh inspirasi untuk
    mengubah pemikiran irasional menjadi rasional sehingga ia menjadi berani untuk
    menghadapi pelaku bullying.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi