Detail Cantuman

Image of IDENTITAS QUEER DALAM EMPAT NOVELET BANANA YOSHIMOTO

 

IDENTITAS QUEER DALAM EMPAT NOVELET BANANA YOSHIMOTO


Penelitian ini, menganalisis identitas queerdalam empat novelet Yoshimoto, yaitu
Kitchen (1988), Moonlight Shadow (1988), Hardboiled (2001), ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001150700220800 syu i/R.18.237Perpustakaan Pusat (REF.18.237)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    800 syu i/R.18.237
    Penerbit Magister Psikologi : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    ix, 159 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    800 syu i
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini, menganalisis identitas queerdalam empat novelet Yoshimoto, yaitu
    Kitchen (1988), Moonlight Shadow (1988), Hardboiled (2001), dan Hard Luck (2001).
    Berdasarkan identifikasi masalah dan tujuan penelitian, pertama dianalisis cara
    konstruksi identitas queer dalam empat novelet Yoshimoto. Kedua, dianalisis
    perforrnativitas identitas queer yang telah diidentifikasi, yaitu maskulinitas laki-Iaki
    queer, androginitas dan maskulinitas perempuan, homoseksualitas perempuan, dan
    transgenderisme dalam empat novelet Yoshimoto. Ketiga, menganalisis resistensi
    heteronormativitas dalam empat novelet yoshimoto, terutama heteronormativitas di
    Jepang. Penelitian ini menggunakan teori performativitas dari Butler untuk
    menunjukkan ketaksaan identitas gender dan seks. Hasil penelitian cara konstruksi
    identitas queer dihadirkan dengan penghilangan sosok bapak dan keluarga
    konvensional, penghadiran hubungan inses, dan perubahan identitas gender yang
    disebabkan kematian dan perasaan kehilangan. Hasil penelitian performativitas
    identitas queer menyajikan performativitas tokoh dalam empat novelet

    memungkinkan konstruksi seks dan gender menjadi suatu tindakan yang terus­
    menerus berubah, bergerak dan tidak memiliki pusat. Sedangkan resistensi
    Yoshimoto terhadap heteronormativitas di Jepang adalah pilihannya untuk
    mentransformasi budaya populer shojo manga 'komik perempuan' yang queer ke
    bentuk novelet.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi