<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="10134">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN DAYA DUKUNG AIR LAPANGAN PANAS BUMI MUARA LABUH KABUPATEN SOLOK SELATAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ERLANGGA BUDI PRATAMA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Lingkungan</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>x,; 67 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>KAJIAN DAYA DUKUNG AIR &#13;
LAPANGANPANASBUMIMUARALABUH &#13;
KABUPATENSOLOKSELATAN &#13;
&#13;
ABSTRAK &#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya dukung air Lapangan &#13;
Panas Bumi Muara Labuh dan strategi pengelolaan sumber daya aimya. Metode &#13;
yang digunakan adalah penghitungan daya dukung air berbasis neraca air yang &#13;
dikemukakan oleh Prastowo (2010) dimana ketersediaan air dihitung &#13;
menggunakan metode Mock (1973) dan kebutuhan air berdasarkan karakteristik &#13;
sistem panas bumi, teknologi dan prasarana yang digunakan, sedangkan analisis &#13;
SWOT digunakan untuk menyusun strategi. Hasil penelitian menunjukkan nilai &#13;
dan status daya dukung air Lapangan Panas Bumi Muara Labuh adalah 2,76 &#13;
(aman/sustain) untuk penggunaan air khusus kegiatan usaha panas bumi dan 1,28 &#13;
(aman bersyaratlconditional sustain) apabila kebutuhan air domestik masyarakat &#13;
dan pertanian turut diperhitungkan penggunaannya. Daya dukung air terlampaui &#13;
pada status aman bersyarat yaitu ketika terjadi defisit dibulan April, Mei, Juni, dan &#13;
Oktober saat debit air yang tersedia kurang dari yang dibutuhkan. Jumlah &#13;
ketersediaan air menjadi batas bagi daya dukung air di Lapangan Panas Bumi &#13;
Muara Labuh. Strategi pengelolaan sumber daya air dilakukan dengan penetapan &#13;
Lapangan Panas Bumi Muara Labuh sebagai zona penyediaan sumber daya air &#13;
dengan pemeliharaan hutan dan pembangunan bangunan penyedia air serta &#13;
pengendali erosi, pelaksanaan inventarisasi sumber daya air, pengelolaan aset &#13;
sumber daya air, pelaksanaan pemantauan dan evaluasi, meningkatkan intensitas &#13;
konsultasi antar publik dan stakeholder terkait, serta penyusunan peraturan daerah &#13;
tentang pemetaan peruntukan lahan dan sumber daya air. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">ERLANGGA BUDI PRATAMA</note>
 <subject authority="">
  <topic>panas bumi, daya dukung air, pengelolaan.</topic>
 </subject>
 <classification>333.7 Pra k</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>333.7 Pra k/R.25.105</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001150700014</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.105)</sublocation>
    <shelfLocator>333.7 Pra k/R.25.105</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>10134</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:42:28</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-12-13 10:43:29</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>