Detail Cantuman

Image of PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN MEROKOK PADA REMAJA DI DESA JATI KABUPATEN GARUT

 

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN MEROKOK PADA REMAJA DI DESA JATI KABUPATEN GARUT


Remaja adalah anak yang telah mencapai umur 10 sampai 18 tahun untuk
perempuan dan 12 sampai 20 tahun untuk anak laki-Iaki, atau sudah ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001150700054610.73 Fah p/R.22.81Perpustakaan Pusat (REF.81)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610.73 Fah p/R.22.81
    Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xv, 84 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610.73 Fah p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Remaja adalah anak yang telah mencapai umur 10 sampai 18 tahun untuk
    perempuan dan 12 sampai 20 tahun untuk anak laki-Iaki, atau sudah menikah dan
    mempunyai tempat untuk tinggal. Merokok pada remaja menjadi hal yang sangat
    bias a dan lazim, fakta ini merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama
    dan menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk
    melihat pengaruh pendidikan kesehatan pada remaja merokok di Desa Jati
    wilayah kerja Puskesmas Tarogong Kaler Kabupaten Garut Jawa Barat.

    Desain penelitian yang digunakan adaIah eksperimen semu (quasy
    exsperiment) dengan rancangan non randomized control group design with pretest
    and posttest. Intervensi pendidikan kesehatan yang diberikan adaIah metode
    precede proceed model pada remaja merokok. Penelitian ini telah dilaksanakan
    pada bulan September 2014 selama kurang lebih tiga minggu di Desa Jati wilayah
    kerja Puskesmas Tarogong Kabupaten Garut Jawa Barat. Metode pengambilan
    sampel yang digunakan adaIah simple random sampling, jumlah sampel yang
    diambil 80 sampel terbagi menjadi 40 kelompok intervensi dan 40 kelompok
    kontrol

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok intervensi yang
    mendapatkan Pendidikan Kesehatan mengalami peningkatan pengetahuan, sikap
    dan tindakan yang bermakna sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p <
    0,05. Kelompok kontrol yang tidak mendapatkan pendidikan kesehatan tidak
    mengalami peningkatan pengetahuan, sikap dan tindakan yang bennakna sebelum
    dan sesudah dengan nilai p > 0,05.

    Peningkatan kemandirian remaja dalam mencari informasi tentang
    kesehatan dari berbagai macam media informasi sangat penting. Hasil tersebut
    perlu mengoptimalkan kegiatan pendidikan kesehatan melaIui wadah organisasi
    yang telah dibentuk oleh remaja desa jati. Pendidikan kesehatan mempunyai daya
    ungkit terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan dalam perilaku merokok pada
    remaja di desa Jati.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi