Detail Cantuman

Image of EFEKTIFITAS KONSELING KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN COGNITIVE BEHAVIORAL MELALUI PERUBAHAN CARA BERPIKIR PADA REMAJA KORBAN BULLYING SEKOLAH MENENGAH TINGKAT PERTAMA
DALAM MENURUNKAN FEAR

 

EFEKTIFITAS KONSELING KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN COGNITIVE BEHAVIORAL MELALUI PERUBAHAN CARA BERPIKIR PADA REMAJA KORBAN BULLYING SEKOLAH MENENGAH TINGKAT PERTAMA DALAM MENURUNKAN FEAR


TYAS SUCI. Efektifitas Konseling Kelompok dengan Pendekatan Cognitive
Behavioral dalam Menurunkan Fear Melalui Perubahan Cara Berpikir pada ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    0100115070009155.5 suc e/R.19.99Perpustakaan Pusat (REF.19.99)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    155.5 suc e/R.19.99
    Penerbit Magister Psikologi : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiii, 165 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    155.5 suc e
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • TYAS SUCI. Efektifitas Konseling Kelompok dengan Pendekatan Cognitive
    Behavioral dalam Menurunkan Fear Melalui Perubahan Cara Berpikir pada
    RemajaKorban Bullying Sekolah Menengah Pertama.

    Pembimbing: Dr. Rismijati E. Koesma dan Esti Wungu, S.Psi., Psi., M.Ed.

    Penelitian ini didasarkan pada fenomena maraknya bullying terhadap
    remaja di Sekolah Menengah Pertama. Situasi bullying ini memiliki banyak
    dampak buruk, antara lain mempersulit penyesuaian diri di masa depan, masalah
    dalam berkonsentrasi, menarik diri dari lingkungan, bahkan depresi. Bullying
    akan memunculkanfear pada remaja yang menjadi korbannya. Fear inilah yang
    kemudian membentuk pemikiran irasionallmenyimpang (cognitive disortations)
    yang akan mengganggu penyesuaian diri pada remaja. Cognitive disortations
    memunculkan persepsi bahwa pelaku memiliki kekuatan yang lebih besar.
    Fenomena ini ditemukan pada siswa yang bersekolah di salah satu Sekolah
    Menengah Pertama di kota Bandung.

    Melalui pendekatan cognitive behavioral, pemikiran

    irasional/menyimpang akan diubah menjadi pemikiran rasional, objektif, dan
    akurat mengenai situasi dan pelaku bullying. Diharapkan perspektif yang baru
    akan lebih cepat muncul apabila diadakan secara berkelompok dimana remaja
    dapat sharing bersama teman sebaya yang memiliki pengalaman sama dengan
    dirinya.

    Fear berasal dari persepsi atau cara berpikir negatif ketika berhadapan
    dengan pelaku bullying. Karena peran teman sebaya pada remaja sangat penting,
    peneliti mencoba menurunkan tingkat fear melalui konseling kelompok pada
    remaja dengan menggunakan pendekatan cognitive behavioral. Intervensi ini
    dilakukan pada dua orang partisipan dengan menggunakan Pre-test dan Post-test
    design. Pengukuran dilakukan satu kali sebelum dan dua kali setelah intervensi
    dilakukan dengan menggunakan Fear Survey Scale. Data juga diperoleh dari
    sharing di dalam konseling kelompok, feedback dari teman sebaya, dan action
    plan yang telah dilakukan. Perbedaan skor sebelum dan sesudah intervensi
    menunjukkan adanya penurunan tingkatfear pada partisipan penelitian. Konseling
    kelompok melalui pendekatan cognitive behavioral akan memunculkan pemikiran
    baru tentang logika yang rasional.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi