<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="10098">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PEMBAYARAN JASA LINGKUNGAN AIR DI TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DENI KURNIADI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Lingkungan</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xiii,;154 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Analisis Pembayaran Jasa Lingkungan Air &#13;
Di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango &#13;
&#13;
ABSTRAK &#13;
&#13;
Salah satu strategi dalam upaya mempertahankan kelestarian kawasan konservasi &#13;
dengan melibatkan seluruh pihak yang berkepentingan di dalamnya adalah pembayaran jasa &#13;
lingkungan, yang sekaligus merupakan upaya penggalangan dana konservasi secara mandiri &#13;
oleh pihak-pihak yang memanfaatkan jasa lingkungan dari kawasan konservasi. Pembayaran &#13;
jasa lingkungan air telah dilakukan oleh para pengguna air di kawasan Taman Nasional &#13;
Gunung Gede Pangrango (TNGGP) sejak Tahun 2005. Akan tetapi dalam pelaksanaannya, &#13;
komitmen yang telah disepakati terse but mengalami kendala sehingga kegiatan upaya &#13;
konservasi dan pelestarian kawasan hutan menjadi tidak optimal. Kendala tersebut berasal &#13;
dari tidak konsistennya para pihak pemanfaat jasa air dalam membayar kompensasi jasa &#13;
lingkungan tata air. &#13;
&#13;
Berdasarkan pennasalahan diatas, penelitian ini kemudian dilakukan dengan tujuan &#13;
untuk menganalisis berapa besar nilai Willingness To Pay (WTP), menelaah faktor-faktor &#13;
yang mempengaruhi nilai WTP, serta merumuskan mekanisme kelembagaan pengelolaan &#13;
pembayaran jasa lingkungan air di TNGGP. Metode yang digunakan dalam peneIitian ini &#13;
adalah metode kombinasi antara kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif, digunakan &#13;
untuk mengetahui nilai WTP dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode kualitatif &#13;
dilakukan untuk mengetahui mekanisme pembayaranjasa lingkungan air di TNGGP. &#13;
&#13;
Pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan metode pengisian &#13;
kuisioner terhadap pelanggan PDAM danjajaran Top Management perusahaan pengguna air, &#13;
serta wawancara semi terstruktur terhadap seluruh stake holder yang terkait. AnaIisis data &#13;
yang dilakukan meliputi 1) analisis WTP dengan pendekatan Contingent Valuation Method &#13;
(CVM), (2) analisis faktor yang mempengaruhi nilai WTP menggunakan persamaan regresi &#13;
linier berganda dengan bantuan software SPSS versi 16.00, serta (3) perumusan model &#13;
mekanisme kelembagaan pembayaranjasa lingkungan air TNGGP. &#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai WTP dari seluruh pengguna air (PDAM &#13;
Kabupaten Cianjur, PDAM Kabupaten Sukabumi, dan Perusahaan pengguna air lainnya) &#13;
yang berjumlah 25 (dua puluh lima) pengguna adalah sebesar Rp. 62.654.761/bulan atau &#13;
mencapai Rp. 75 1.857. 128,-rrahun. Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai WTP untuk &#13;
pelanggan PDAM adalah pendapatan, pemakaian air, jumlah tanggungan keluarga, durasi air &#13;
mengalir, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pengetahuan tentang konservasi sumber air, &#13;
persepsi &amp; sikap tentang konservasi sumber, serta persepsi tentang kualitas &amp; kuantitas air &#13;
PDAM, dengan nilai pengaruh (R2) sebesar 72.2%. Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai &#13;
WTP untuk perusahaan pengguna air lainnya adalah omset perusahaan, jumlah karyawan, &#13;
jumlah pemakaian air, sumber air yang digunakan, dan Lokasi perusahaan terhadap sumber &#13;
air, dengan nilai pengaruh (R2) sebesar 90.9%. Rekomendasi model yang disarankan adalah &#13;
skema mekanisme kolaborasi antara transaksi PlL air yang bersifat wajib (mandatory) &#13;
dengan transaksi PlL air yang bersifat sukarela (voluntary). &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">DENI KURNIADI</note>
 <subject authority="">
  <topic>Keinginan membayar (WTP), pembayaranjasa lingkunga</topic>
 </subject>
 <classification>333.7 Kur a</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>333.7 Kur a/R.25.65</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001150700020</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.65)</sublocation>
    <shelfLocator>333.7 Kur a/R.25.65</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>10098</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:42:28</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-12-20 08:39:40</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>