Detail Cantuman

Image of STRATEGI PEMANFAATAN SUMBERDAYA TUMBUHAN OLEH MASYARAKAT SEKITAR KAWASAN TAMAN BURU MASIGIT KAREUMBI (Studi Kasus: Desa Margamekar Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang)

 

STRATEGI PEMANFAATAN SUMBERDAYA TUMBUHAN OLEH MASYARAKAT SEKITAR KAWASAN TAMAN BURU MASIGIT KAREUMBI (Studi Kasus: Desa Margamekar Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang)


Secara umum keberadaan masyarakat di sekitar kawasan konservasi saat
ini masih memanfaatkan potensi sumberdaya alam yang ada didalamnya. Hal ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001150700187333.7 Hap s/R.25.48Perpustakaan Pusat (REF.48)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    333.7 Hap s/R.25.48
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xii,;208 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    333.7 Hap s
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Secara umum keberadaan masyarakat di sekitar kawasan konservasi saat
    ini masih memanfaatkan potensi sumberdaya alam yang ada didalamnya. Hal ini
    disebabkan masih adanya ketergantungan masyarakat terhadap sumberdaya alam
    tersebut, terutama sumberdaya tumbuhan sebagai bahan pangan, Penelitian ini
    bertujuan untuk mengkaji jenis-jenis tumbuhan yang dimanfaatkan serta nilai
    ekonominya bagi masyarakat Desa Margamekar, dan strategi yang dilakukan
    untuk mempertahankan kelestarian sumberdaya tumbuhan yang dimanfaatkan
    tersebut.

    Metode yang dilakukan adalah metode campuran kualitatif dan kuantitatif
    dengan strategi embedded konkuren. Data kuantitatif terdiri dari data pemanfaatan
    tumbuhan dan nlai ekonominya sedangkan data kualitatif mengkaji cara
    pengolahanJpemanfaatan tumbuhan serta upaya yang dilakukan untuk menjaga
    kelestarian sumberdaya tumbuhan tersebut. Data pemanfaatan tumbuhan
    dikategorikan berdasarkan kegunaannya dan dianalisis menggunakan teknik UV s,
    sedangkan nilai kepentingan masyarakat terhadap suatu jenis tanaman dianalisis
    menggunakan teknik ICS. Nilai ekonomi dianalisis berdasarkan pendekatan nilai
    guna langsung dengan menggunakan teknik nilai pasar dan nilai relatif Data
    kualitatif dianalisis secara deskriptif untuk menjawab permasalahan penelitian
    yang sudah dirumuskan.

    Berdasarkan hasil penelitian, jenis-jenis tumbuhan yang dimanfaatkan
    masyarakat dikategorikan ke dalam jenis tumbuhan pangan (makanan pokok dan
    makanan tambahan) dan tumbuhan non-pangan (tanaman hias, bahan bangunan,
    bahan obat, kayu bakar, pakan ternak, pestisida nabati, pupuk nabati, aromatik,
    bahan pewarna, dan fungsi lainnya). Hasil analisis nilai UVs diketahui bahwa
    Kawung (Arenga pinnata) memiliki nilai UVs tertinggi dengan nilai sebesar 5,5.
    Sedangkan analisis ICS diketahui bahwa Padi (Oryza saliva) memiliki nilai ICS
    tertinggi sebesar 124. Dari setiap lahan agroekosistem mempunyai fungsi
    ekonomi yang menghasilkan pendapatan tunai bagi masyarakat. Kontribusi
    pendapatan bersih responden per tahun tertinggi berasal dari agroekosistem sawah
    sebesar Rp 8.965.536,OO/tahun dan terendah dari pekarangan Rp
    L816.364,OO/tahun. Karena tingginya ketergantungan masyarakat terhadap
    sumberdaya tumbuhan, maka upaya yang dilakukan untuk mempertahankan
    kelestariannya antara lain dengan meningkatkan produksi jenis-jenis tumbuhan
    pada lahan agroekosistem, pengembangan budidaya tumbuhan secara intensif,
    serta pemasaran hasil pertanian melalui koperasi petani.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi